BERITAPRESS.ID, JAKARTA | Zamzam dilarang masuk koper, tetapi keinginan membawa pulang lebih banyak air suci itu tampaknya tak pernah benar-benar hilang. Bagi sebagian jemaah, zamzam bukan sekadar oleh-oleh dari Tanah Suci. Belum sempat koper dibuka seluruhnya setiba di rumah, biasanya sudah ada keluarga, tetangga, hingga kerabat yang menanyakan bagian air suci yang mereka tunggu sejak lama.
Karena itu, tak sedikit jemaah yang berharap bisa membawa pulang zamzam lebih banyak. Namun di tengah proses pemulangan ribuan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi, pemerintah kembali mengingatkan bahwa air zamzam tidak boleh dimasukkan ke dalam koper, baik koper bagasi maupun koper kabin.
Larangan tersebut bukan tanpa alasan. Apa yang terlihat sederhana bagi jemaah ternyata bisa menjadi kendala dalam proses pemeriksaan keamanan di bandara. Ketika air zamzam terdeteksi di dalam koper, bagasi harus menjalani pemeriksaan tambahan dan dalam kondisi tertentu perlu dibongkar untuk memastikan isi barang bawaan.
Jika hal itu terjadi pada banyak koper dalam waktu bersamaan, proses distribusi bagasi bisa melambat. Padahal pada masa puncak pemulangan haji, ribuan koper harus diperiksa dan didistribusikan dalam waktu yang relatif singkat.
Hingga Sabtu (6/6/2026), sebanyak 75 kelompok terbang (kloter) dengan total 29.644 jemaah dan petugas telah diberangkatkan menuju Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 72 kloter dengan total 28.536 jemaah dan petugas telah tiba di berbagai debarkasi di Tanah Air.
Sementara itu, sebanyak 8.579 jemaah dan petugas haji khusus juga telah kembali ke Indonesia.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaf, mengatakan pihaknya memahami masih adanya sejumlah penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal maupun keterlambatan selama masa puncak pemulangan jemaah.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jemaah dan keluarga atas ketidaknyamanan yang terjadi. Bersama otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, dan seluruh petugas di lapangan, kami terus melakukan langkah-langkah percepatan dan koordinasi agar proses pemulangan dapat berlangsung seaman, senyaman, dan seefisien mungkin,” ujar Maria.
Di tengah upaya tersebut, kepatuhan terhadap aturan barang bawaan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kelancaran layanan.
Maria kembali menegaskan zamzam dilarang masuk koper karena dapat menghambat proses pemeriksaan keamanan dan distribusi bagasi.
“Jangan memasukkan air zamzam ke dalam koper, baik koper kabin maupun koper bagasi. Temuan zamzam saat pemeriksaan keamanan dapat menyebabkan koper harus dibongkar, memperlambat distribusi bagasi, dan berpotensi mengganggu kelancaran proses pemulangan jemaah secara keseluruhan,” tegasnya.
Distribusi resmi
Bagi sebagian jemaah, aturan tersebut mungkin terasa merepotkan. Apalagi air zamzam sering menjadi salah satu oleh-oleh yang paling dinanti keluarga di rumah. Namun pemerintah memastikan setiap jemaah tetap mendapatkan air zamzam tanpa harus membawanya sendiri di dalam koper.
Pemerintah, tambah Maria telah menyiapkan distribusi resmi bagi seluruh jemaah haji Indonesia. Setiap jemaah akan menerima satu galon zamzam berisi lima liter setelah tiba di debarkasi di Tanah Air.
Artinya, jemaah tidak perlu lagi mencari ruang kosong di sela pakaian, sajadah, atau oleh-oleh lainnya untuk menyimpan tambahan air zamzam. Pemerintah sudah menyiapkan mekanisme distribusi agar air suci tersebut tetap sampai ke tangan para jemaah setelah tiba di Indonesia.
Selain proses pemulangan, mulai Minggu (7/6/2026), jemaah haji gelombang kedua juga akan mulai bergerak dari Makkah menuju Madinah sebagai bagian dari tahapan akhir penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Kemenhaj mengimbau para jemaah agar mempersiapkan diri dengan baik, menjaga kesehatan, tidak membawa barang bawaan secara berlebihan, serta mematuhi arahan petugas demi mendukung kelancaran mobilisasi dan pelayanan.
“Kami mengajak seluruh jemaah untuk tetap menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, serta saling membantu hingga seluruh rangkaian pelayanan haji berakhir dan seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat,” pungkas Maria.
Bagi jemaah, zamzam memang menjadi bagian dari kebahagiaan setelah menunaikan ibadah haji. Namun agar perjalanan pulang berjalan lancar bagi semua, pemerintah mengingatkan bahwa urusan membawa pulang air zamzam sudah memiliki jalurnya sendiri. Karena itu, tak perlu lagi memasukkannya ke dalam koper. (***)




























































