Pesan tersebut disampaikan Menteri PPPA saat menghadiri kegiatan Jelajah SAPA Hari Anak Nasional di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Cahaya Batin, Jakarta Timur. Di hadapan anak-anak, Arifah menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada kualitas generasi penerus. Karena itu, setiap anak, termasuk anak penyandang disabilitas, harus mendapatkan kesempatan yang setara tanpa diskriminasi.
Menurut Menteri PPPA, setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh pendidikan, mendapatkan perlindungan, hingga berpartisipasi dalam kehidupan sosial. Hak-hak tersebut merupakan bagian penting yang harus dipenuhi oleh negara bersama keluarga, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi menjadi kunci agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, inklusif, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
“Setiap anak Indonesia, termasuk anak dengan disabilitas, memiliki hak yang sama untuk bermimpi dan meraih cita-citanya pasalnya seluruh pihak perlu bergotong royong menghadirkan lingkungan yang aman, inklusif, dan penuh kasih sayang agar semua anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Menteri PPPA.
Kegiatan Jelajah SAPA Hari Anak Nasional menjadi salah satu upaya Kementerian PPPA untuk mendekatkan layanan, edukasi, serta kampanye pemenuhan hak anak kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa pesan mengenai pentingnya perlindungan anak tidak hanya disampaikan dalam bentuk kampanye, tetapi juga diwujudkan melalui kolaborasi nyata lintas sektor.
Salah satu bentuk dukungan datang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), KKP menyerahkan 200 kilogram ikan segar kepada anak-anak di PSBN Cahaya Batin. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemenuhan gizi anak, terutama melalui konsumsi protein berkualitas dan asam lemak Omega-3 yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan fisik serta perkembangan otak.
Sekretaris Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Machmud, mengatakan membiasakan anak mengonsumsi ikan merupakan investasi bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Menurutnya, protein, vitamin, dan kandungan Omega-3 dalam ikan sangat dibutuhkan agar anak tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Karena itu, Gemarikan terus didorong sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia.
Dukungan terhadap pemenuhan hak anak juga datang dari dunia usaha. Corporate Communication Manager Alfamidi, Retriantina Marhendra, mengatakan partisipasi perusahaan dalam Jelajah SAPA Hari Anak Nasional merupakan bentuk komitmen untuk menciptakan lingkungan yang semakin inklusif.
Melalui program Alfability yang berjalan sejak 2012, Alfamidi telah mempekerjakan 344 karyawan penyandang disabilitas atau sekitar 1,09 persen dari total karyawan. Jumlah tersebut telah melampaui ketentuan minimal satu persen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Menurut Retriantina, setiap anak perlu memiliki keyakinan keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih masa depan. Kesempatan untuk belajar, bekerja, dan berkarya harus terbuka bagi siapa saja, termasuk penyandang disabilitas. Karena itu, pihaknya berkomitmen terus menghadirkan ruang yang inklusif melalui kesempatan kerja maupun pelatihan agar penyandang disabilitas semakin mandiri.
Komitmen serupa juga disampaikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Iqbal Akbarudin, menegaskan pemenuhan hak dan perlindungan anak akan terus diperkuat melalui sinergi dengan berbagai pihak. Pemerintah daerah berupaya memastikan setiap anak memperoleh hak atas perlindungan, pendidikan, pengasuhan, dan kesempatan berkembang secara optimal sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota ramah anak.
Sejalan dengan tema Hari Anak Nasional 2026, Kementerian PPPA berharap peringatan pada 23 Juli menjadi pengingat bahwa setiap anak Indonesia berhak mendapatkan perlindungan, kasih sayang, dan kesempatan yang sama untuk berkembang.
Dengan dukungan keluarga, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (***)



























