BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Penangkapan pelaku perusakan mural di kawasan Simpang Charitas belum menjadi akhir dari persoalan vandalisme di Palembang. Di tengah keberhasilan polisi mengungkap kasus tersebut, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengingatkan aksi vandalisme masih ditemukan di sejumlah sudut kota.
Kondisi ini menunjukkan tantangan menjaga fasilitas publik dan keindahan Kota Palembang masih membutuhkan perhatian serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Ratu Dewa saat menghadiri konferensi pers di Mapolrestabes Palembang, Rabu (3/6/2026), terkait pengungkapan kasus vandalisme yang terjadi di kawasan Jalan A Rivai, Simpang Charitas.
Menurut Dewa, pengungkapan kasus tersebut patut diapresiasi karena menjadi bukti respons cepat aparat dalam menindak laporan masyarakat. Namun, upaya menjaga ruang publik tidak berhenti pada penangkapan pelaku semata.
Ia mengaku masih menemukan aksi vandalisme di berbagai titik di Kota Palembang. Karena itu, pemerintah terus mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum yang telah dibangun dan dipercantik bersama.
“Saya melihat masih ada vandalisme di berbagai sudut kota. Karena itu kami mengajak seluruh warga Palembang untuk menjaga keindahan kota,” ujar Dewa.
Dewa menegaskan Pemerintah Kota Palembang tidak menutup ruang bagi generasi muda untuk berekspresi melalui seni. Sebaliknya, pemerintah mendukung kreativitas yang mampu mempercantik wajah kota dan memberikan nilai positif bagi lingkungan sekitar.
Menurutnya, bakat dan kreativitas anak muda seharusnya menjadi energi untuk menghadirkan karya yang membanggakan, bukan justru merusak fasilitas publik yang menjadi milik bersama.
“Kita ingin kreativitas anak muda dapat memperindah dan mempercantik Kota Palembang serta menjadi wadah untuk menyalurkan bakat mereka,” katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot Palembang telah menyiapkan sejumlah lokasi yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang berekspresi bagi para seniman muda. Langkah ini diharapkan dapat menjadi wadah penyaluran kreativitas tanpa harus melakukan aksi yang merusak fasilitas umum.
“Bagi yang memiliki bakat seni dan kreativitas tinggi, kami sudah menyiapkan tempat-tempat tertentu untuk menyalurkan karya mereka, tetapi jangan sampai merusak ruang publik,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan menjelaskan pelaku vandalisme di kawasan Simpang Charitas berhasil diamankan setelah dilakukan penyelidikan oleh jajaran kepolisian.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku tidak senang lokasi tersebut dijadikan arena perlombaan mural yang menutupi hasil coretan yang sebelumnya dibuat di lokasi itu.
“Motif pelaku karena tidak senang spot tersebut dijadikan ajang perlombaan yang menimpa hasil coretan sebelumnya,” jelas Sonny.
Dewa juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang berperan aktif memberikan informasi kepada aparat. Menurutnya, pengawasan dan kepedulian warga menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keindahan Kota Palembang.
Ia berharap kasus yang terjadi di Simpang Charitas dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa ruang publik harus dijaga bersama. Selain menjadi aset kota, fasilitas umum juga merupakan bagian dari wajah Palembang yang dinikmati seluruh masyarakat.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Pengawasan harus kita tingkatkan bersama-sama terhadap fasilitas publik yang menjadi milik bersama,” pungkasnya.(***)/one



























































