Palembang

7 Ulu Berbenah, Bisakah Lepas dari Stigma Lama?

×

7 Ulu Berbenah, Bisakah Lepas dari Stigma Lama?

Sebarkan artikel ini
foto : ist

BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Upaya Pemerintah Kota Palembang membenahi kawasan 7 Ulu di bawah Jembatan Ampera bukan sekadar membangun panggung kreatif dan skatepark. Penataan ini menjadi ujian besar apakah kawasan yang selama ini kerap dipandang kurang tertata itu benar-benar mampu melepaskan stigma lamanya dan bertransformasi menjadi ruang publik sekaligus destinasi wisata yang aman, nyaman, dan hidup.

Rencana tersebut mulai dimatangkan melalui rapat finalisasi desain yang dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, di Ruang Rapat II Setda Kota Palembang, Senin (14/7/2026).

Dalam rapat itu, konsep penataan kawasan dipaparkan kepada Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) sebagai pemilik otoritas lahan. BBPJN memberikan respons positif terhadap rencana pengembangan kawasan tersebut.

Isnaini mengatakan penataan kawasan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga keberlanjutan pengelolaannya agar fasilitas yang dibangun tetap terawat dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

“Penataan ini tidak hanya fokus pada pembangunan fasilitas, tapi juga keberlanjutan pengelolaannya,” ujar Isnaini.

Untuk mendukung hal tersebut, sejumlah organisasi perangkat daerah dilibatkan sejak tahap perencanaan. Satpol PP, Dinas Perhubungan, pihak kecamatan, dan kelurahan akan bertugas menjaga ketertiban serta keamanan kawasan.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) akan menyiapkan infrastruktur pendukung, mulai dari perbaikan jalan hingga peningkatan sistem pencahayaan di kawasan bawah Jembatan Ampera.

Pemkot Palembang juga memproyeksikan kawasan 7 Ulu menjadi bagian dari pengembangan destinasi wisata terintegrasi. Letaknya yang berdekatan dengan Kampung Kapitan dan Terminal Penumpang 7 Ulu dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi satu kawasan wisata yang saling terhubung.

Namun, tantangan yang dihadapi bukan hanya pembangunan fisik. Kawasan tersebut sebelumnya sempat menjadi sorotan setelah Terminal Penumpang 7 Ulu mengalami kerusakan akibat aksi penjarahan. Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa keberhasilan penataan kawasan juga bergantung pada keamanan dan pengelolaan setelah proyek selesai.

Pemerintah memastikan penanganan terhadap kasus tersebut telah dilakukan. Para pelaku penjarahan telah diamankan, sementara terminal akan segera diperbaiki agar kembali beroperasi dan mendukung konsep kawasan wisata yang tengah disiapkan.

Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, wajah baru 7 Ulu diharapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas bagi komunitas kreatif dan anak muda, tetapi juga mengubah citra kawasan menjadi salah satu ruang publik dan tujuan wisata baru di Kota Palembang. (***)