BERITAPRESS.ID, PAGARALAM | Puluhan hektare lahan persawahan dan kolam perikanan warga di wilayah Dusun Tanjung Cermin hingga Talang Babat, Kelurahan Jambat Akar, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam, mengalami kekeringan akibat jebolnya saluran siring irigasi pada pekan lalu.
Akibat kerusakan tersebut, para petani terancam gagal tanam padi dan sayur-mayur, sementara usaha perikanan warga juga terdampak karena pasokan air terhenti.
Informasi yang dihimpun Beritapress.id, Rabu (3/6/2026), menyebutkan saluran irigasi Ataran Tanjung Cermin hingga Talang Babat selama ini menjadi sumber pengairan bagi puluhan hektare area persawahan, kolam ikan, usaha pemancingan, hingga kebutuhan rumah tangga masyarakat setempat.
Untuk mengatasi kondisi darurat tersebut, warga terpaksa bergotong royong melakukan perbaikan secara swadaya menggunakan bambu dan material seadanya agar aliran air dapat kembali mengaliri lahan pertanian dan kolam ikan mereka.
Salah seorang warga Dusun Tanjung Cermin yang mengandalkan usahanya dari pembibitan ikan dan kolam pemancingan, Nopi alias Mbah, mengatakan kerusakan saluran irigasi tersebut sudah sering terjadi, terutama saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
“Di titik lokasi saluran irigasi Ataran Tanjung Cermin sampai Talang Babat ini memang kerap mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem dan hujan deras seperti yang terjadi minggu lalu,” ujarnya.
Menurut Nopi, setiap kali hujan turun dengan intensitas sedang hingga tinggi, saluran irigasi tersebut selalu mengalami kerusakan dan patah sepanjang sekitar 10 meter.
“Untuk mendapatkan aliran air kembali, kami bersama warga pengguna air harus bergotong royong, bahkan mengeluarkan dana pribadi untuk memperbaiki saluran irigasi ini,” katanya.
Ia menjelaskan, perbaikan yang dilakukan selama ini hanya bersifat sementara dengan memanfaatkan karung sebagai bantalan dan membuat bronjong sederhana dari bambu.
“Seperti memakai bantalan karung dan berusaha membuat bronjong seadanya dari bambu. Akan tetapi itu tidak tahan lama, karena setiap kali hujan pasti ada yang rusak lagi,” jelasnya.
Nopi menuturkan, kerusakan saluran irigasi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan terjadi berulang kali. Namun hingga kini belum ada perbaikan permanen dari pemerintah maupun instansi terkait.
“Kerusakan ini sudah lama terjadi dan berulang kali. Kami berharap ada perhatian dari Pemerintah Kota Pagaralam dan dinas terkait karena dampaknya sangat dirasakan masyarakat yang bergantung pada saluran irigasi ini,” keluhnya.
Akibat kondisi tersebut, aktivitas pertanian, usaha perikanan, budidaya sayuran, kolam pemancingan, hingga kebutuhan air sehari-hari masyarakat menjadi terganggu.
Warga berharap pemerintah dapat segera merealisasikan pembangunan saluran irigasi permanen menggunakan konstruksi beton agar kerusakan tidak terus berulang.
“Solusinya satu, yaitu saluran ini ditembok secara permanen. Panjang yang perlu diperbaiki sekitar 30 meter lebih. Saluran ini mengairi ratusan hektare area persawahan dan usaha kolam ikan milik warga pengguna air,” pungkas Nopi.
Laporan : 09/PA



























































