BERITAPRESS.ID, PALEMBANG |Palembang Dorong Transformasi Pengelolaan Keuangan Daerah menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola anggaran yang lebih efisien, transparan, dan berbasis hasil di lingkungan pemerintah daerah.
Pemerintah Kota Palembang resmi menjadi tuan rumah Temu Nasional dan Focus Group Discussion (FGD) Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan se-Indonesia yang digelar di Kota Palembang. Forum ini mempertemukan para pejabat perencana dan pengelola keuangan dari berbagai daerah untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menegaskan bahwa forum tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong perubahan besar dalam sistem pengelolaan keuangan daerah yang lebih modern dan akuntabel.
Menurutnya, tantangan pemerintahan saat ini semakin kompleks, terutama dalam menjawab tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berintegritas.
“Perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah tidak bisa lagi dilakukan secara terpisah. Semua harus terintegrasi, sinkron, dan berkesinambungan dengan kebijakan nasional,” ujar Aprizal di ruang Parameswara, Jumat (19/6/2026).
Tahun ini, forum tersebut mengangkat tema “Transformasi Pengelolaan Keuangan Daerah di Era Efisiensi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota” yang menekankan pentingnya perubahan mendasar dalam sistem kerja birokrasi.
Aprizal menegaskan bahwa transformasi tidak cukup hanya dengan digitalisasi sistem, tetapi juga menyentuh perubahan pola pikir, budaya kerja, serta penguatan tata kelola yang adaptif dan inovatif.
Ia menekankan bahwa setiap rupiah anggaran daerah harus mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam forum tersebut, posisi Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan juga menjadi sorotan penting. Mereka berada di garda terdepan dalam memastikan seluruh proses perencanaan, penganggaran, hingga pertanggungjawaban berjalan sesuai prioritas pembangunan.
Aprizal menambahkan, esensi pembangunan daerah bukan pada besar kecilnya anggaran, tetapi pada ketepatan sasaran dan efektivitas penggunaannya.
“Keberhasilan pembangunan ditentukan oleh kemampuan mengelola sumber daya secara tepat sasaran, efisien, dan akuntabel,” tegasnya.
Ia berharap FGD ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diterapkan di masing-masing daerah, sehingga tidak berhenti hanya sebagai forum diskusi.
Forum ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antar pemerintah daerah untuk memperkuat praktik tata kelola yang baik atau good governance di Indonesia. (***)/one



























