BERITAPRESS.ID, Tangerang Selatan | Integritas digital mahasiswa menjadi salah satu fondasi penting guna menghadapi meningkatnya ancaman fraud dan serangan siber di era transformasi digital.
Oleh sebab itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak mahasiswa Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN untuk memperkuat nilai integritas, etika, dan tata kelola modern sebagai bekal menghadapi tantangan di sektor jasa keuangan yang semakin kompleks.
Pesan itu disampaikan Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena, saat memberikan kuliah umum bertema “Governance Excellence: Tata Kelola Modern dan Integritas Publik” di PKN STAN, Tangerang Selatan, belum lama ini.
Kegiatan ini menjadi bagian dari Roadshow Governansi OJK yang digelar secara berkelanjutan di berbagai daerah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama generasi muda, mengenai pentingnya tata kelola yang baik dan budaya integritas.
Menurut Sophia, penguatan tata kelola tidak lagi sekadar menjadi kewajiban organisasi, tetapi telah berkembang menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus mempertahankan kepercayaan publik di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Ia menjelaskan transformasi digital telah membuka banyak peluang bagi industri jasa keuangan, mulai dari peningkatan efisiensi layanan hingga lahirnya berbagai inovasi keuangan.
Namun, di sisi lain, perkembangan tersebut juga menghadirkan risiko yang semakin kompleks, baik dari aspek teknologi, sumber daya manusia, proses bisnis, maupun ekosistem digital yang saling terhubung.
Sophia menegaskan salah satu tantangan terbesar saat ini adalah meningkatnya ancaman fraud dan serangan siber yang terus berkembang dengan metode yang semakin canggih.
Oleh sebab itu, organisasi tidak lagi cukup bersikap reaktif ketika menghadapi ancaman, melainkan harus membangun ketahanan atau resilience agar mampu mencegah, mendeteksi, merespons, serta memulihkan diri secara cepat ketika terjadi gangguan.
“Pendekatan tata kelola modern tidak dapat lagi bersifat reaktif. Organisasi harus membangun resilience, yaitu kemampuan untuk mencegah, mendeteksi, merespons, dan memulihkan diri secara cepat ketika menghadapi ancaman,” ujar Sophia.
Ia menambahkan tata kelola efektif akan memberikan perlindungan bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari nasabah, investor, konsumen, hingga mitra usaha. Selain itu, penerapan tata kelola yang baik juga menjadi landasan untuk memperkuat akuntabilitas, transparansi, dan kepatuhan terhadap berbagai ketentuan yang berlaku.
Kuliah umum tersebut dihadiri Wakil Direktur Bidang Akademik PKN STAN Agus Bandiyono, Komite Etik Level Governance OJK Prof. Niki Lukviarman, Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi, serta Kepala OJK Provinsi Banten Adi Dharma. Kegiatan ini diikuti lebih dari 600 mahasiswa yang hadir secara luring maupun daring.
Agus Bandiyono mengapresiasi kolaborasi antara OJK dan PKN STAN sebagai langkah nyata memperkuat pendidikan karakter di lingkungan perguruan tinggi.
Menurutnya, mahasiswa perlu dipersiapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga integritas yang kuat sebagai bekal memasuki dunia kerja, khususnya di sektor publik dan jasa keuangan.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk mengambil peran sebagai agen perubahan yang menjunjung tinggi etika, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam setiap pengambilan keputusan, sehingga mampu berkontribusi terhadap terciptanya tata kelola yang bersih dan terpercaya.
Melalui Roadshow Governansi, OJK berharap nilai-nilai integritas, tata kelola yang baik, dan kepemimpinan yang bertanggung jawab semakin tertanam dalam karakter generasi muda Indonesia.
Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berpegang teguh pada etika dan profesionalisme dalam mendukung terwujudnya sektor jasa keuangan yang sehat, berintegritas, dan berkelanjutan. (***)



























