BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Sekolah Dasar Negeri (SDN) 113 Palembang resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Selasa (8/7/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu mendatang ini diikuti 208 murid baru dengan antusias, didampingi para wali murid.
Kepala SDN 113 Palembang, Mukmin, S.Pd., M.Si., mengatakan sebanyak 208 peserta didik baru tersebut terbagi dalam enam rombongan belajar (rombel). Mayoritas siswa berasal dari lingkungan sekitar sekolah, termasuk lulusan TK dan PAUD di kawasan sekitar SDN 113 Palembang.
“Peminat dari tahun kemarin dengan tahun ini sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda. Cuma dianggap di tahun ini prosesnya lebih aman dan tertib karena seluruh pendaftaran bersifat online,” ujar Mukmin.
Menurutnya, pelaksanaan MPLS tahun ini lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter dan penyesuaian siswa terhadap lingkungan sekolah dibandingkan sekadar kegiatan orientasi.
Salah satu materi utama yang diberikan adalah penerapan “7 Kebiasaan Anak” sebagai bekal membangun karakter positif, disiplin, dan kemandirian sejak dini.
Selain itu, pada hari kedua kegiatan, siswa kelas I akan diajak mengenal berbagai fasilitas sekolah, seperti ruang kelas, toilet, kantin, serta diperkenalkan kepada guru-guru yang akan mendampingi mereka selama proses belajar.
Pihak sekolah juga mengimbau orang tua agar memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar mandiri selama berada di lingkungan sekolah dan tidak mendampingi secara berlebihan agar proses adaptasi berjalan lebih baik.
Mukmin menambahkan, penandatanganan pakta integritas serta penyusunan laporan kegiatan akan dilakukan setelah seluruh rangkaian MPLS selesai.
Terkait program bantuan pendidikan, SDN 113 Palembang telah mengirimkan data calon penerima bantuan seragam merah putih gratis kepada Dinas Pendidikan Kota Palembang. Saat ini sekolah tinggal menunggu proses distribusi seragam untuk kemudian disalurkan kepada siswa yang berhak.
Untuk mengantisipasi kemacetan saat jam antar jemput, sekolah juga menyiagakan petugas keamanan agar kendaraan para wali murid masuk ke area parkir sekolah dan tidak berhenti di badan jalan.
Dalam kesempatan tersebut, Mukmin juga menekankan pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mendampingi proses belajar anak.
“Anak-anak ini berada di sekolah paling hanya 3 jam dalam sehari. Sisa 21 jam lainnya mereka habiskan di rumah. Kami sangat memohon bantuan orang tua untuk mengawasi dan mengulang kembali pelajaran di rumah. Daya ingat anak-anak seusia ini terkadang cepat lupa, jadi kalau diulang terus bersama orang tua, insya Allah pendidikannya akan melekat lebih cepat. Harus ada kolaborasi nyata antara orang tua dan guru,” tegas Mukmin.
Saat ditanya mengenai penerapan sistem Full Day School, Mukmin menjelaskan SDN 113 Palembang belum dapat menerapkannya karena keterbatasan jumlah ruang belajar.
Menurutnya, jumlah ruang kelas yang tersedia saat ini belum mampu menampung seluruh rombongan belajar dari kelas I hingga kelas VI apabila proses belajar berlangsung hingga sore hari. Idealnya sekolah memiliki sekitar 30 hingga 36 ruang kelas.
Meski demikian, pihak sekolah berharap rencana revitalisasi gedung serta pemanfaatan lahan kosong di lingkungan sekolah dapat segera direalisasikan oleh pemerintah. Penambahan ruang belajar tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju penerapan sistem Full Day School pada masa mendatang. (MR)



























