Pendidikan

AI Sekolah Rakyat Siap Ubah Cara Guru Mengajar di Indonesia

×

AI Sekolah Rakyat Siap Ubah Cara Guru Mengajar di Indonesia

Sebarkan artikel ini
foto : kemensos.go.id

BERITAPRESS.ID, JAKARTA | AI Sekolah Rakyat menjadi langkah baru pemerintah dalam mempercepat transformasi pendidikan nasional. Bukan lagi sekadar wacana digitalisasi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini dipersiapkan untuk membantu ribuan guru mengelola pembelajaran, mulai dari menyusun kurikulum, membuat materi ajar, hingga menyusun soal evaluasi secara lebih cepat, efektif, dan terukur.

Jika selama ini guru harus menghabiskan banyak waktu di depan laptop menyusun perangkat pembelajaran, ke depan pekerjaan tersebut akan jauh lebih ringan. AI bukan hadir untuk menggantikan guru, melainkan menjadi “asisten digital” yang membantu pekerjaan administratif sehingga tenaga pendidik dapat lebih fokus membimbing, mendidik, dan membangun karakter peserta didik. Inilah wajah baru pendidikan yang mulai dibangun pemerintah melalui AI Sekolah Rakyat.

Teknologi tersebut merupakan hasil pengembangan Program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) Badan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (Filkom UB).

Sistem ini diproyeksikan mulai diterapkan di 178 Sekolah Rakyat yang akan beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.

Mewakili Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico mengatakan pemanfaatan AI akan mendukung tata kelola pendidikan dari hulu hingga hilir.

“Secara prinsip tata kelola itu mulai dari hulu sampai hilir. Ini salah satu contoh yang akan kami kembangkan. Kami sudah sepakat akan membawa aplikasinya ke 178 Sekolah Rakyat yang beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027,” ujarnya usai menghadiri Demo Day & Graduation AITF 2026 di Auditorium Algoritma Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, AI nantinya akan membantu kepala sekolah dan guru menyusun kurikulum, merancang materi pembelajaran, hingga membuat soal pre-test dan post-test secara lebih efisien.

Tak hanya menyediakan aplikasinya, pemerintah juga menyiapkan program pendampingan bagi tenaga pendidik. Lebih dari 5.000 guru Sekolah Rakyat akan mendapatkan sosialisasi dan pelatihan agar mampu memanfaatkan teknologi AI dalam proses belajar mengajar.

Para talenta muda pengembang AITF juga akan dilibatkan langsung dalam proses implementasi di lapangan sehingga penggunaan teknologi tersebut dapat berjalan optimal.

Selain itu, sistem AI akan diintegrasikan dengan Learning Management System (LMS) Sekolah Rakyat. Integrasi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem pembelajaran digital sekaligus meningkatkan Digital Quotient atau kecerdasan digital di lingkungan pendidikan.

Robben memastikan implementasi AI akan dilakukan secara bertahap dengan pengawasan Kementerian Komunikasi dan Digital agar kualitas layanan tetap terjaga.

“Kami di Kemensos atas izin Pak Menteri Sosial akan memastikan pelaksanaan program ini bisa dibantu dan di-cover dengan anggaran yang proper. Ini kan prototype kemudian harus diwujudkan dalam bentuk aplikasi yang sebenarnya,” katanya.

Kementerian Sosial menargetkan seluruh inovasi hasil pengembangan peserta AITF Komdigi bersama Universitas Brawijaya dapat direalisasikan sepenuhnya sebelum akhir 2026.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Digital Bonifasius Wahyu Pudjianto menjelaskan bahwa AITF merupakan program kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia untuk menciptakan solusi berbasis AI bagi berbagai sektor pelayanan publik.

Selain Universitas Brawijaya, program tersebut juga melibatkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Masing-masing kampus mengembangkan solusi AI sesuai kebutuhan yang telah dipetakan pemerintah.

“Untuk UB fokus di Sekolah Rakyat yang akan digunakan oleh Kemensos dan bantuan sosial yang nanti akan digunakan oleh Pemprov Jawa Timur,” ujar Bonifasius.

Implementasi AI Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah penting pemerintah dalam mempercepat transformasi pendidikan berbasis teknologi. Jika berjalan sesuai target, Indonesia akan memiliki model pembelajaran digital yang tidak hanya mempermudah pekerjaan guru, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi ribuan siswa di berbagai daerah. (***)