Pendidikan

Gerakan Menabung Haji Pelajar Diperkuat, OJK Bidik Generasi Muda

×

Gerakan Menabung Haji Pelajar Diperkuat, OJK Bidik Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
foto : haji.go.id

BERITAPRESS.ID, JAKARTA | Gerakan Menabung Haji Pelajar diperkuat melalui sinergi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah. Program ini ditujukan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah sekaligus membiasakan pelajar merencanakan biaya haji sejak usia dini melalui tabungan haji syariah.

Gagasannya sederhana ini, memiliki pesan yang cukup panjang, pasalnya menabung haji itu bukan lagi dianggap sebagai urusan orang yang sudah bekerja atau mendekati usia berangkat, melainkan kebiasaan yang mulai dikenalkan sejak masih duduk di bangku sekolah.

Dari kebiasaan menyisihkan uang secara rutin inilah OJK dan Kementerian Haji dan Umrah berharap lahir generasi yang lebih siap secara finansial ketika saatnya menunaikan ibadah haji.

Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam audiensi OJK bersama Ditjen PE2HU di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, kemarin.

Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan produk tabungan haji syariah sekaligus mendukung pengembangan ekosistem ekonomi haji yang berkelanjutan.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, mengatakan pengembangan ekosistem ekonomi haji tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji, tetapi juga melibatkan berbagai sektor pendukung yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

“Pengembangan ekosistem ekonomi haji tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji, tetapi juga bagaimana seluruh sektor pendukungnya mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian nasional,”tambahnya.

Oleh karena itu, sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk OJK, menjadi penting untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah sebagai bagian dari pembangunan ekosistem ekonomi haji.

Menurut Jaenal, edukasi keuangan syariah menjadi salah satu fondasi penting agar masyarakat memiliki kemampuan merencanakan biaya haji secara matang sesuai kondisi keuangannya.

“Perencanaan keuangan yang baik menjadi salah satu fondasi dalam mempersiapkan ibadah haji. Kolaborasi antarpemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat edukasi keuangan syariah,”urainya lagi.

Sehingga katanya masyarakat semakin siap merencanakan ibadah haji sejak dini sesuai kemampuan dan perencanaan keuangannya.

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, Ismail Riyadi, menambahkan Gerakan Menabung Haji Pelajar dirancang untuk membangun budaya perencanaan dan pengelolaan keuangan sejak usia dini dengan menjadikan ibadah haji sebagai salah satu tujuan keuangan jangka panjang.

Program tersebut dikembangkan melalui kolaborasi antara Kementerian Haji dan Umrah, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), industri jasa keuangan syariah, lembaga pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan pelajar.

Ismail menilai pelajar merupakan kelompok strategis dalam membentuk kebiasaan mengelola keuangan sehingga dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar implementasi program dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

“Gerakan Menabung Haji Pelajar diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah, tetapi ikut juga menumbuhkan budaya perencanaan keuangan sejak dini sehingga, semakin banyak generasi muda yang memiliki kesiapan finansial untuk mewujudkan cita-cita berhaji,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Ditjen PE2HU dan OJK akan mengintensifkan koordinasi untuk menyusun langkah kolaborasi dalam mendukung implementasi program tersebut. Sinergi ini diharapkan mampu memperluas pemanfaatan layanan keuangan syariah, memperkuat budaya perencanaan keuangan sejak dini, sekaligus mendukung pengembangan ekosistem ekonomi haji yang memberi manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional. (***)