NASIONAL

AI Ancam Sejumlah Profesi, Indonesia Siapkan SDM

×

AI Ancam Sejumlah Profesi, Indonesia Siapkan SDM

Sebarkan artikel ini
foto : kemnaker.go.id

BERITAPRESS.ID, JAKARTA | Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat mulai mengubah kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor. Sejumlah pekerjaan yang selama ini mengandalkan aktivitas rutin berpotensi tergantikan oleh teknologi, sementara dunia usaha kini lebih membutuhkan pekerja yang memiliki kemampuan adaptasi, literasi digital, dan keterampilan baru yang sesuai dengan perkembangan industri.

Perubahan tersebut mendorong berbagai negara menyiapkan strategi menghadapi masa depan dunia kerja, termasuk Indonesia. Pemerintah menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi langkah penting agar tenaga kerja nasional mampu bersaing sekaligus memanfaatkan peluang yang muncul di tengah transformasi teknologi.

Komitmen itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, dalam Sidang Pleno Konferensi Perburuhan Internasional (International Labour Conference/ILC) ke-114 di Jenewa.

Dalam forum tersebut, Yassierli menegaskan  perkembangan teknologi tidak boleh membuat pekerja tertinggal. Karena itu, pemerintah memprioritaskan penguatan keterampilan tenaga kerja, perluasan akses pekerjaan, serta peningkatan perlindungan bagi pekerja sebagai bagian dari strategi menghadapi perubahan dunia kerja.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperluas Program Pemagangan Nasional bagi lulusan perguruan tinggi. Program ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung sekaligus memahami kebutuhan industri sebelum memasuki pasar kerja secara penuh.

Tahun lalu, program pemagangan tersebut telah diikuti sekitar 100 ribu peserta. Pada tahun ini, jumlah peserta ditargetkan meningkat menjadi 150 ribu orang.

Selain pemagangan, pemerintah juga menjalankan Program Pelatihan Vokasi Nasional yang menyasar lulusan SMA dan sederajat. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar lebih sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri yang terus berkembang.

Program pelatihan vokasi itu ditargetkan menjangkau sekitar 70 ribu peserta. Pemerintah juga membuka akses yang lebih luas bagi perempuan, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang berada di wilayah terpencil dan kawasan perbatasan.

Menurut Yassierli, peningkatan kualitas SDM harus berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan kerja baru. Karena itu, sejumlah program strategis pemerintah turut diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, pengembangan kawasan pangan, hingga hilirisasi industri menjadi bagian dari upaya menciptakan peluang kerja di berbagai daerah.

Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat perlindungan bagi pekerja di tengah munculnya berbagai model pekerjaan baru. Indonesia telah meratifikasi Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Nomor 188 tentang pekerjaan di sektor penangkapan ikan sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan dan kesejahteraan pekerja.

Perhatian serupa juga diberikan kepada pekerja platform digital yang jumlahnya terus meningkat seiring berkembangnya ekonomi berbasis aplikasi. Pemerintah saat ini tengah menyiapkan kebijakan nasional untuk memperkuat perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan kelompok pekerja tersebut.

Melalui penguatan keterampilan, perluasan kesempatan kerja, dan peningkatan perlindungan pekerja, Indonesia berupaya memastikan perkembangan AI dan transformasi digital dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas SDM nasional, bukan menjadi ancaman yang memperlebar kesenjangan di dunia kerja. (***)/kemnaker/ one