BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Komunitas Rumah Pangan Kita (RPK) bersama Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung menggelar acara buka puasa bersama (bukber) dan silaturahmi dengan tema “Menjalin Silaturahmi antara RPK dan Bulog untuk Kerja Sama yang Harmonis Menuju Kesuksesan Bersama.”
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Swarnadwipa Palembang, Sabtu (7/3/2026).
Acara ini merupakan inisiatif para anggota RPK yang tergabung dalam grup WhatsApp RPK, salah satunya Muhammad Yamin dari RPK Toko Kembo, Kabupaten Musi Banyuasin.
Menurut Yamin, kegiatan buka puasa bersama ini bertujuan mempererat sinergi dan kebersamaan antara RPK dan Perum Bulog dalam mendukung distribusi pangan kepada masyarakat.
“RPK merupakan bagian dari UMKM yang tumbuh dari akar rumput. Kami bekerja dengan modal dan usaha sendiri, namun tujuan utamanya tetap untuk melayani kebutuhan masyarakat,” ujar Yamin.
Ia berharap kerja sama antara RPK dan Bulog dapat semakin baik sehingga program-program Bulog dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi para anggota RPK.
“Kami berharap kerja sama antara RPK dan Bulog semakin baik sehingga program Bulog dapat berjalan dan RPK juga mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut,” katanya.
Yamin juga berharap tidak ada kesenjangan antara pihak-pihak yang terlibat sehingga dapat tercipta kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan, yang juga menjadi salah satu program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
Menurutnya, keberadaan RPK menjangkau hingga lapisan masyarakat paling bawah dengan kemampuan dan fasilitas yang dimiliki secara mandiri.
“Berbeda dengan Koperasi Merah Putih yang mendapatkan dukungan fasilitas dari pemerintah, RPK bergerak dengan modal sendiri. Namun kami tetap siap membantu agar program ketahanan pangan dapat sampai ke masyarakat,” jelasnya.
Untuk wilayah Sumatera Selatan sendiri, Yamin memperkirakan jumlah anggota RPK mencapai lebih dari 300 orang. Namun jumlah tersebut bisa saja lebih banyak karena tidak semua anggota terdata atau aktif dalam grup komunikasi RPK.
Ia mengakui selama ini kerja sama antara RPK dan Bulog berjalan cukup baik, meskipun sesekali terdapat perbedaan kepentingan dalam hubungan kelembagaan.
“Melalui pertemuan ini kami ingin memperkuat sinergi antara Bulog dan RPK agar kerja sama yang terjalin benar-benar saling menguntungkan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Yamin juga mengusulkan agar Bulog lebih gencar mempromosikan minyak goreng kemasan botol.
Menurutnya, produk minyak goreng kemasan botol dari Bulog sebenarnya memiliki kualitas lebih baik dibanding minyak kemasan plastik atau yang sering disebut “minyak bantal”, namun belum banyak dipromosikan kepada masyarakat.
“Selisih harganya hanya sekitar seribu rupiah, tetapi kualitas minyak botol lebih baik karena lebih kental. Jika promosinya ditingkatkan, masyarakat bisa lebih tertarik,” tambahnya.
Ke depan, Yamin juga mengungkapkan rencana pembentukan struktur organisasi atau aliansi RPK agar para anggota memiliki wadah yang lebih kuat dan terkoordinasi.
Sementara itu, Manager Bisnis Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel, Budi Irawan, menyampaikan bahwa RPK memiliki peran penting dalam membantu Bulog mendistribusikan berbagai komoditas pangan kepada masyarakat.
Ia mengingatkan agar para anggota RPK tetap mematuhi ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah, terutama untuk komoditas beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Untuk beras SPHP harga eceran tertinggi (HET) adalah Rp62.500 per karung ukuran 5 kilogram. Sedangkan minyak goreng dijual dengan harga Rp15.700 kepada masyarakat. Kami berharap RPK dapat menjaga ketentuan tersebut,” ujar Budi.
Menurut Budi, hubungan antara Bulog dan RPK selama ini telah terjalin dengan baik dan solid. Bulog bahkan beberapa kali menggelar kegiatan gathering sebagai upaya menjaga silaturahmi.
Terkait hadirnya Koperasi Merah Putih (KMP), Budi menegaskan bahwa RPK tidak perlu khawatir karena kedua pihak akan tetap menjadi mitra Bulog dalam memperluas jaringan distribusi pangan.
“KMP dan RPK akan sama-sama menjadi jaringan kami dalam menyalurkan komoditas. Tidak perlu bersaing, tetapi justru harus bersinergi,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan kedua jaringan tersebut justru membuka lebih banyak titik distribusi sehingga masyarakat dapat mengakses pangan murah dan berkualitas dengan jarak yang lebih dekat.
Laporan : Putra/Ril















































