BERITAPRESS.ID,SEKAYU | Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi fokus evaluasi Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) setelah masih adanya potensi pajak yang belum tergarap secara optimal. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah menyiapkan langkah pembenahan melalui penguatan pengawasan wajib pajak sekaligus pendataan objek pajak baru guna meningkatkan penerimaan daerah.
Evaluasi tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Evaluasi PAD yang digelar di Aula Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Muba, Senin (13/7/2026). Rapat dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Muba Ardiansyah mewakili Bupati Muba H. M. Toha Tohet.
Ardiansyah menegaskan target PAD harus disusun berdasarkan potensi riil di lapangan agar lebih realistis dan dapat dicapai. Ia juga mengingatkan dana bagi hasil (DBH) memiliki peran penting dalam menopang pembangunan daerah sehingga seluruh perangkat daerah diminta memperkuat sinergi menggali sumber-sumber pendapatan.
“Jangan sampai target yang kita tetapkan tidak realistis dengan potensi yang ada di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris BPPRD Muba Muhammad Hatta mengatakan optimalisasi PAD dilakukan melalui dua strategi utama, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi pajak.
Menurutnya, intensifikasi difokuskan pada peningkatan kepatuhan wajib pajak yang telah terdaftar melalui pembinaan, pengawasan, pemeriksaan, penagihan hingga penegakan hukum terhadap kewajiban perpajakan daerah.
Selain itu, ekstensifikasi diarahkan untuk memperluas basis pajak melalui pendataan dan pendaftaran objek maupun subjek pajak yang selama ini belum masuk dalam sistem. Langkah tersebut diharapkan mampu membuka potensi penerimaan baru sekaligus memperkuat kapasitas fiskal daerah.
Rapat evaluasi itu dihadiri organisasi perangkat daerah yang tergabung dalam Satgas Optimalisasi PAD sebagai bagian dari upaya meningkatkan pendapatan daerah untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Musi Banyuasin. (***)



























