BERITAPRESS.ID, FAKFAK | Momentum peringatan Hari Kartini dimanfaatkan Jaringan Perempuan Perubahan Fakfak untuk mendorong perempuan kampung agar lebih berani berkembang dan mengambil peran dalam pembangunan daerah, (21/4/2026).
Ketua Jaringan Perempuan Perubahan Fakfak JP2F Siti Hajar Uswanas menegaskan pentingnya komunikasi dan keterbukaan dalam proses belajar bagi perempuan Ia menyampaikan bahwa ruang diskusi harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk bertumbuh dan meningkatkan kapasitas diri.
Menurutnya perempuan perlu memiliki keberanian untuk mencoba hal baru serta terbuka terhadap berbagai masukan demi kemajuan diri dan lingkungan sekitar Ia juga menyoroti tingginya antusiasme perempuan di kampung yang ingin maju meski masih terbatas oleh akses informasi.
Ketua TP PKK Kabupaten Fakfak Nurwidayati Samaun Dahlan turut menguatkan hal tersebut Ia menyebut perempuan di 17 distrik dan 142 kampung di Fakfak memiliki potensi besar untuk berkembang namun masih membutuhkan pendampingan agar dapat menentukan langkah yang tepat.
Dalam kegiatan tersebut Siti Hajar juga memberikan apresiasi kepada Ibu Bupati Fakfak yang dinilai aktif turun langsung ke masyarakat untuk melihat kondisi warga di kampung Kehadiran pemimpin di tengah masyarakat dinilai menjadi motivasi penting bagi perempuan untuk lebih percaya diri.
Selama dua tahun terakhir JP2F berfokus pada program pemberdayaan berbasis kebutuhan masyarakat khususnya perempuan dan anak Program tersebut mencakup upaya penanganan anak putus sekolah hingga membuka peluang kerja bagi perempuan, katanya.
Tahun ini JP2F mulai mendorong penciptaan lapangan kerja dengan mengajak perempuan untuk bekerja secara mandiri dalam bidang yang halal dan bermanfaat Sebagai langkah awal JP2F bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja untuk memberikan pelatihan menjahit kepada sepuluh perempuan.
Ke depan JP2F berencana memperluas kolaborasi dengan PKK guna meningkatkan keterampilan membuka peluang usaha serta memperluas wawasan perempuan di Fakfak Melalui upaya ini diharapkan perempuan Fakfak semakin mandiri produktif dan mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah, tutupnya, (IB).

























































