BERITAPRESS.ID, JAKARTA/ Penyakit hati kronis sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas, membuat banyak orang tidak sadar bahwa fungsi hati mereka perlahan menurun hingga mencapai kondisi serius seperti sirosis atau kanker hati.
Inilah yang menjadi perhatian besar Kementerian Kesehatan RI, mengingat jutaan penduduk Indonesia berisiko mengalami gangguan hati tanpa terdeteksi, terutama akibat infeksi Hepatitis B dan Hepatitis C yang bisa bertahan lama di dalam tubuh tanpa menimbulkan keluhan berarti.
Oleh sebab itu, deteksi dini penyakit hati kronis melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi langkah penting agar penanganan bisa dilakukan sebelum kondisi terlambat.
Dibalik tubuh yang terasa sehat, penyakit hati kronis bisa berjalan seperti “bayangan diam-diam”. Tidak ada alarm keras, tidak ada rasa sakit yang langsung mengganggu aktivitas. Seseorang bisa tetap bekerja, beraktivitas normal, bahkan merasa tidak perlu memeriksakan diri karena merasa baik-baik saja. Namun justru di titik inilah risiko terbesar terjadi kerusakan hati bisa terus berlangsung tanpa disadari.
Karena hati adalah organ yang bekerja tanpa banyak keluhan. Ia menyaring racun, membantu metabolisme, dan menjaga keseimbangan tubuh setiap hari. Namun ketika terganggu, gejalanya sering muncul sangat terlambat. Itulah mengapa penyakit hati kronis sering dijuluki sebagai silent disease, penyakit diam-diam yang baru terasa ketika sudah berada di tahap lanjut.
Deteksi Dini Penyakit Hati Kronis Jadi Kunci Pencegahan
Menkes RI menekankan deteksi dini menjadi strategi paling efektif untuk menekan dampak penyakit hati di Indonesia. Melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG), masyarakat dapat melakukan skrining sederhana seperti pemeriksaan HBsAg untuk mendeteksi Hepatitis B, anti-HCV untuk Hepatitis C, hingga penilaian kondisi hati menggunakan indikator medis seperti APRI.
Langkah ini sangat penting karena banyak kasus Hepatitis B dan C tidak terdeteksi selama bertahun-tahun. Saat akhirnya diketahui, sebagian pasien sudah berada pada kondisi sirosis atau bahkan kanker hati, yang tentu jauh lebih sulit ditangani dan membutuhkan biaya pengobatan yang besar.
Program CKG hadir sebagai upaya mengubah pola pikir masyarakat: dari “periksa saat sakit” menjadi “periksa saat masih sehat”.
Bahaya Hepatitis B dan C yang Sering Tak Disadari
Hepatitis B dan Hepatitis C menjadi dua penyebab utama penyakit hati kronis di Indonesia. Keduanya dapat menyebar tanpa gejala awal yang jelas, sehingga seseorang bisa menjadi pembawa virus tanpa menyadarinya.
Beberapa kasus, infeksi ini baru diketahui setelah muncul komplikasi serius. Inilah yang membuat edukasi dan skrining menjadi sangat penting, terutama bagi kelompok berisiko seperti tenaga kesehatan, ibu hamil, atau orang dengan riwayat keluarga penyakit hati.
Pemerintah sendiri telah memperkuat berbagai upaya pencegahan, termasuk imunisasi Hepatitis B, pemberian profilaksis untuk ibu hamil yang terinfeksi, serta peningkatan akses layanan skrining di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Gaya Hidup Juga Berperan Besar
Selain infeksi virus, gaya hidup juga memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan hati. Pola makan tinggi gula, garam, dan lemak dapat memicu gangguan metabolik yang berujung pada penumpukan lemak di hati. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi perlemakan hati hingga kerusakan hati kronis.
Karena itu, menjaga pola makan seimbang menjadi langkah sederhana namun penting. Mengurangi makanan olahan, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, serta menjaga berat badan ideal dapat membantu meringankan beban kerja hati.
Aktivitas fisik juga tidak kalah penting. Olahraga teratur membantu menjaga metabolisme tubuh tetap stabil dan mengurangi risiko gangguan hati dalam jangka panjang.
Cek Kesehatan Rutin, Bukan Sekadar Formalitas
Salah satu kesalahan umum adalah menganggap pemeriksaan kesehatan hanya perlu dilakukan ketika ada keluhan. Padahal, untuk penyakit seperti gangguan hati kronis, pendekatan ini justru berisiko terlambat.
Cek Kesehatan Gratis (CKG) seharusnya menjadi kebiasaan rutin, minimal setahun sekali. Sama seperti servis kendaraan, tubuh juga membutuhkan pemeriksaan berkala agar potensi masalah bisa terdeteksi lebih awal sebelum menjadi kerusakan serius.
Dengan deteksi dini, peluang pengobatan menjadi jauh lebih besar, kualitas hidup tetap terjaga, dan risiko komplikasi berat bisa ditekan secara signifikan.
Penyakit hati kronis bukan penyakit yang datang tiba-tiba, tetapi berkembang perlahan tanpa tanda yang mudah dikenali. Justru karena sifatnya yang diam-diam inilah, kesadaran untuk melakukan deteksi dini menjadi sangat penting.
Cek Kesehatan Gratis (CKG) bukan hanya program kesehatan, tetapi investasi untuk masa depan tubuh yang lebih sehat. Karena pada akhirnya, menjaga hati bukan soal menunggu sakit datang, tetapi memastikan kita tidak pernah sampai pada titik itu.
Tanpa Gejala
Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Prof. dr. David Handojo Muljono, dilaman resmi kemkes menerangkan banyak kasus Hepatitis B kronis tidak terdeteksi karena penyakit ini dapat berlangsung tanpa gejala selama bertahun-tahun.
Menurutnya, perluasan akses skrining dan pengobatan di layanan kesehatan primer menjadi sangat penting untuk mencegah penyakit berkembang menjadi sirosis maupun kanker hati.
“Banyak kasus Hepatitis B tidak disadari hingga sudah masuk tahap lanjut. Karena itu, deteksi dini melalui skrining menjadi langkah penting untuk menekan risiko komplikasi berat,” jelasnya.
Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Andi Saguni, mengatakan bahwa kegiatan Healthy Liver Awareness for Indonesia bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan hati melalui gaya hidup sehat dan pemeriksaan rutin.
Ia juga menjelaskan dalam kegiatan tersebut disediakan layanan skrining kesehatan hati seperti pemeriksaan HBsAg, anti-HCV, penilaian skor APRI, hingga FibroScan untuk memperkuat deteksi dini penyakit hati.“Melalui kegiatan ini kami berharap literasi masyarakat meningkat, sekaligus memperkuat upaya deteksi dini agar penyakit hati bisa ditangani lebih cepat,” ujarnya.
Oleh sebab itu, penyakit hati kronis bukan penyakit yang datang tiba-tiba, melainkan berkembang perlahan tanpa disadari. Justru karena sifatnya yang diam-diam inilah, deteksi dini menjadi langkah paling penting.
Melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG), masyarakat diharapkan tidak lagi menunggu sakit untuk memeriksa diri, tetapi menjadikan pemeriksaan kesehatan sebagai kebiasaan rutin. Karena dalam banyak kasus, mengetahui lebih awal bukan hanya menyelamatkan kesehatan, tetapi juga menyelamatkan masa depan. (***)



























































