Kesehatan

Kopi Susu Gula Aren, Sehat atau Cuma Terlihat Sehat?

×

Kopi Susu Gula Aren, Sehat atau Cuma Terlihat Sehat?

Sebarkan artikel ini
foto : ilustrasi/AI

BERITAPRES.ID |Kopi susu gula aren kerap dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat dibanding minuman manis lainnya. Label “gula aren” memberi kesan alami dan lebih ramah bagi tubuh, sehingga banyak orang menikmatinya tanpa rasa khawatir.

Namun, benarkah anggapan itu sesuai dengan fakta? Sebelum menjadikan kopi susu gula aren sebagai teman setia setiap hari, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui agar tidak keliru menilai kandungan gizinya.

Dari Mana Anggapan Kopi Gula Aren Lebih Sehat?

Popularitas gula aren bukan tanpa alasan. Gula ini dibuat dari nira pohon aren yang dimasak hingga mengental, sehingga proses pembuatannya lebih sederhana dibanding gula pasir yang mengalami pemurnian. Karena itu, gula aren masih mengandung sedikit mineral seperti kalium, magnesium, dan zat besi.

Sayangnya, kandungan mineral tersebut jumlahnya sangat kecil sehingga tidak bisa dijadikan alasan untuk menyebut gula aren sebagai pemanis yang jauh lebih sehat. Pada akhirnya, gula aren tetap merupakan gula yang menyumbang kalori bagi tubuh.

Gula Aren Tetap Bisa Menaikkan Gula Darah

Banyak orang mengira mengganti gula pasir dengan gula aren otomatis membuat minuman lebih aman. Faktanya, gula aren tetap mengandung sukrosa yang akan dipecah menjadi glukosa setelah dikonsumsi.

Memang, beberapa penelitian menunjukkan indeks glikemik gula aren cenderung lebih rendah dibanding gula pasir. Namun, perbedaan tersebut bukan berarti gula aren bebas dikonsumsi tanpa batas. Jika diminum terlalu sering atau dalam jumlah besar, kadar gula darah tetap dapat meningkat, terutama pada penderita diabetes atau resistensi insulin.

Masalah Utamanya Justru Bukan Gulanya

Yang sering luput dari perhatian, tingginya kalori dalam segelas kopi susu gula aren bukan hanya berasal dari gula aren.

Banyak minuman kekinian menggunakan tambahan krimer, susu full cream, sirup, hingga topping seperti boba atau foam. Belum lagi ukuran gelas yang semakin besar. Kombinasi berbagai bahan tersebut membuat satu gelas kopi bisa mengandung ratusan kalori, bahkan mendekati setara dengan satu porsi makanan.

Artinya, meskipun menggunakan gula aren, minuman tersebut tetap berpotensi menyumbang kalori berlebih jika dikonsumsi terlalu sering.

Tidak Semua Kopi Gula Aren Menggunakan Gula Aren Murni

Nama “gula aren” pada menu juga belum tentu berarti seluruh pemanisnya berasal dari gula aren.

Beberapa produk menambahkan gula pasir, sirup, atau pemanis lain untuk mendapatkan rasa yang lebih konsisten sekaligus menekan biaya produksi. Karena itu, jangan hanya terpaku pada nama minumannya. Jika membeli produk kemasan, biasakan membaca daftar komposisi dan informasi nilai gizi pada label.

Siapa yang Perlu Lebih Berhati-hati?

Bagi orang sehat, menikmati kopi susu gula aren sesekali umumnya bukan masalah selama porsinya tidak berlebihan.

Namun, orang dengan diabetes, pradiabetes, sindrom metabolik, atau kelebihan berat badan sebaiknya lebih berhati-hati. Konsumsi minuman tinggi gula secara rutin dapat membuat pengendalian kadar gula darah menjadi lebih sulit.

Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan pola konsumsi gula dengan dokter atau ahli gizi agar sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Tetap Bisa Menikmati Tanpa Berlebihan

Tidak berarti Anda harus berhenti menikmati kopi susu gula aren. Yang perlu dilakukan adalah mengatur porsinya.

Beberapa cara sederhana yang bisa diterapkan antara lain memilih ukuran gelas yang lebih kecil, meminta kadar gula dikurangi, menghindari tambahan sirup atau topping manis, serta membatasi frekuensi konsumsi agar tidak menjadi kebiasaan setiap hari.

Membuat kopi sendiri di rumah juga bisa menjadi pilihan karena Anda dapat mengontrol jumlah gula, jenis susu, dan bahan lain yang digunakan.

Jadi, Sehat atau Cuma Terlihat Sehat?

Kopi susu gula aren memang dapat menjadi pilihan yang nikmat, tetapi bukan berarti otomatis lebih sehat hanya karena menggunakan gula aren. Kandungan gulanya tetap perlu diperhitungkan, apalagi jika dipadukan dengan krimer, susu tinggi lemak, atau tambahan pemanis lainnya.

Pada akhirnya, bukan jenis gula yang paling menentukan, melainkan seberapa sering dan seberapa banyak Anda mengonsumsinya. Menikmati kopi susu gula aren sesekali masih bisa menjadi bagian dari pola hidup sehat, selama diimbangi dengan pola makan bergizi dan gaya hidup aktif. (***)