NASIONAL

Nyasar ke Wisata, Ternyata Bunga Oranye Ini Spesies Baru Dunia

×

Nyasar ke Wisata, Ternyata Bunga Oranye Ini Spesies Baru Dunia

Sebarkan artikel ini
foto : brin.go.id

BERITAPRESS.ID |Nyasar ke Wisata, ternyata bunga oranye ini menjadi spesies baru di dunia, sebab tak hanya menjadi kisah tanaman hias biasa, melainkan penemuan ilmiah penting berupa spesies baru Rhododendron yombuwurii  berasal dari Pegunungan Tokorondo, Sulawesi Tengah.

Awalnya bunga berwarna oranye cerah ini hanya ditemukan di sekitar kawasan wisata Air Terjun Saluopa, Tentena, sebelum akhirnya ditelusuri lebih lanjut oleh peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan dipastikan sebagai spesies baru yang belum pernah tercatat secara ilmiah.

Bunga oranye itu hanya hidup tenang, tampak seperti tanaman epifit pada umumnya, tidak mencolok kecuali warnanya yang jingga terang, seperti bara kecil yang nyangkut di dahan hutan.

Warga sekitar bahkan menganggapnya bagian dari koleksi tanaman hias yang ikut betah di area wisata. Tidak ada yang curiga, apalagi sampai berpikir bahwa ia bisa jadi spesies baru.

Sampai akhirnya, tanaman itu masuk radar para peneliti. Badan Riset dan Inovasi Nasional (Badan Riset dan Inovasi Nasional) bersama sejumlah mitra riset lintas institusi mulai menaruh perhatian. Dari sekadar tanaman cantik yang kebetulan tumbuh di tempat wisata, ia pelan-pelan naik kelas menjadi objek ilmiah yang harus diperiksa lebih serius.

Dan benar saja, setelah ditelusuri, jejak asalnya tidak sesederhana itu. Spesimen ini ternyata diduga berasal dari hutan pegunungan di Pegunungan Tokorondo, wilayah barat Tentena dan Danau Poso, pada ketinggian sekitar 1.000–1.800 meter di atas permukaan laut.

Di habitat aslinya yang sulit dijangkau itulah, ia tumbuh sebagai epifit di tengah hutan yang jarang tersentuh manusia.

Yang menarik, cerita pindah tempat tanaman ini bukan hasil rekayasa. Ia diduga jatuh dari habitat aslinya, lalu terselamatkan oleh warga lokal, sebelum akhirnya tumbuh dan dipelihara di sekitar kawasan wisata. Dari sinilah kisahnya jadi unik, sebuah spesies hutan pegunungan yang terdampar di ruang publik.

Namun misteri sebenarnya baru terbuka ketika para peneliti mulai membedahnya secara ilmiah. Secara morfologi, tanaman ini memang mirip kelompok Rhododendron subgenus Vireya, terutama Rhododendron celebicum.

Tapi detail kecil justru menjadi pembeda besar daunnya lebih kecil, bunganya tidak menggantung melainkan semi-tegak, dan warna bunganya jauh lebih menyala—jingga cerah yang tidak biasa pada kerabat dekatnya.

Untuk memastikan ini bukan hanya variasi lokal, penelitian dilakukan lebih dalam. Tim menggunakan pendekatan modern, mulai dari pengamatan mikroskopis struktur daun dengan teknologi Focused Ion Beam Scanning Electron Microscope (FIB-SEM) Aquilos 2 di laboratorium BRIN Cibinong, hingga analisis DNA pada wilayah Internal Transcribed Spacer (ITS) ribosomal nukleus. Hasilnya mengarah pada kesimpulan yang tegas: ini adalah garis keturunan yang berbeda.

Anggota baru

Dengan bukti itu, dunia botani resmi kedatangan anggota baru, Rhododendron yombuwurii Hutabarat, Bandjolu & Zulfadli.

Nama “yombuwurii” sendiri tidak lahir dari ruang kosong. Ia dipilih sebagai penghormatan kepada mendiang Pendeta Yombu Wuri, tokoh adat dan agama Suku Pamona yang dikenal aktif menyuarakan pentingnya pelestarian alam di wilayah Poso. Di sini, sains bertemu dengan ingatan lokal penamaan menjadi semacam jembatan antara laboratorium dan tanah kelahiran spesies itu sendiri.

Namun seperti banyak cerita penemuan di hutan tropis Indonesia, jawaban baru selalu datang bersama pertanyaan baru. Secara konservasi, spesies ini belum bisa dipetakan secara utuh. IUCN menempatkannya dalam kategori Data Deficient (DD), artinya data populasi di habitat aslinya masih belum cukup untuk menilai apakah ia aman atau justru terancam.

Intinya, cerita berubah bukan hanyapenemuan spesies baru, namun menjadi pengingat yang lebih besar, yaitu Pegunungan Tokorondo masih menyimpan ruang-ruang gelap yang belum banyak disentuh sains. Hutan yang tampak diam, ternyata masih menyimpan kejutan yang bisa mengubah daftar kehidupan yang kita kenal.

Barangkali, pelajaran paling sederhana dari bunga oranye ini justru ada di awal ceritanya, kadang sesuatu yang terlihat nyasar di tempat wisata, bisa saja adalah warga asli dari dunia yang sama sekali belum kita kenal. (***)