BERITAPRESS.ID, JAKARTA/ Kepulangan jemaah haji Indonesia tahun 2026 mulai berlangsung bertahap dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Tahapan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian ibadah haji di Tanah Suci bagi ribuan jemaah yang telah menunaikan seluruh rukun dan rangkaian ibadah di Makkah dan Madinah.
Pada hari pertama kepulangan, sebanyak 16 kloter telah diberangkatkan ke Tanah Air dengan total 6.397 orang, terdiri dari 6.333 jemaah dan 64 petugas.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaff dilaman resmi haji.go.id menyampaikan proses kepulangan berjalan tertib, aman, dan lancar. Pemerintah, kata dia, terus mengawal seluruh proses mulai dari keberangkatan di Arab Saudi hingga tiba di debarkasi masing-masing di Indonesia. Tidak hanya jemaah reguler, kepulangan juga mencakup jemaah haji khusus yang jumlahnya mencapai 5.329 orang dan sudah kembali ke Tanah Air dalam periode yang sama.
Di tengah suasana kepulangan yang penuh haru, pemerintah kembali mengingatkan jemaah agar mematuhi ketentuan barang bawaan yang telah ditetapkan maskapai dan otoritas penerbangan. Salah satu aturan yang kembali ditekankan adalah larangan membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun kabin pesawat dalam bentuk apa pun.
Menurut Kemenhaj, setiap jemaah tidak perlu membawa zamzam secara mandiri dari Arab Saudi karena distribusi resmi sudah disiapkan di masing-masing debarkasi di Indonesia. Setiap jemaah akan menerima satu galon air zamzam berisi lima liter yang dibagikan secara terpusat saat kedatangan. Kebijakan ini dibuat untuk menjaga ketertiban proses penerbangan sekaligus memastikan distribusi air zamzam tetap merata dan terkontrol.
Aturan ini kerap menjadi perhatian jemaah setiap musim haji, terutama karena banyak yang ingin membawa pulang zamzam sebagai oleh-oleh khas dari Tanah Suci. Namun, ketentuan penerbangan internasional yang ketat membuat cairan dalam jumlah tertentu tidak diperbolehkan masuk ke dalam bagasi maupun kabin.
Oleh karena itu, pemerintah meminta jemaah untuk mengikuti aturan resmi agar proses kepulangan tidak terkendala di bandara.
Selain soal zamzam, Kemenhaj juga mengingatkan jemaah agar memperhatikan batasan barang bawaan lainnya, termasuk jumlah koper dan berat maksimal yang diizinkan maskapai. Pemeriksaan di bandara dilakukan secara ketat untuk memastikan seluruh ketentuan dipatuhi, mengingat padatnya jadwal penerbangan kepulangan jemaah haji ke berbagai embarkasi di Indonesia.
Sementara data Kemenhaj mencatat rekapitulasi pembayaran dam dari jemaah haji Indonesia mencapai 195.326 orang. Dari jumlah tersebut, mayoritas atau 135.367 jemaah membayar dam melalui platform Adahi, dan 53.506 jemaah memilih membayar di Tanah Air. Selain itu, 6.453 jemaah melaksanakan dam dengan berpuasa. Sementara itu, jumlah jemaah haji ifrad tercatat sebanyak 4.084 orang.
Pemerintah menegaskan pengelolaan dam dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan syariat. Jemaah juga diimbau untuk tidak menggunakan jasa pihak tidak resmi dalam pembayaran dam, karena hal tersebut dapat menimbulkan risiko ketidaksesuaian prosedur. Kemenhaj memastikan seluruh mekanisme terus diawasi agar berjalan akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Memasuki kepulangan, perhatian juga diberikan pada aspek kesehatan jemaah. Pemerintah mengimbau agar jemaah tetap menjaga kondisi fisik setelah menjalani rangkaian ibadah yang cukup padat dan melelahkan. Istirahat yang cukup, menjaga pola makan, serta tidak memaksakan diri menjadi hal yang ditekankan agar jemaah tetap dalam kondisi prima selama perjalanan pulang.
Selain itu, layanan bus shalawat yang sempat digunakan selama berada di Makkah kembali beroperasi dengan dukungan 25 rute dan 458 armada. Layanan ini membantu mobilitas jemaah menuju dan dari lokasi-lokasi penting, terutama saat pergerakan besar dari pemondokan menuju bandara.
Kepulangan jemaah haji ini menjadi momen yang penuh haru bagi banyak keluarga di Indonesia. Setelah berbulan-bulan menjalani ibadah di Tanah Suci, para jemaah akhirnya kembali dengan harapan membawa predikat haji mabrur. Pemerintah pun berharap seluruh proses kepulangan dapat terus berjalan lancar hingga kloter terakhir tiba di Tanah Air tanpa kendala berarti.
Dengan dimulainya fase kepulangan ini, perhatian kini tertuju pada kelancaran operasional di bandara, kedisiplinan jemaah dalam mematuhi aturan, serta pelayanan di debarkasi yang menjadi titik akhir perjalanan panjang ibadah haji 2026. (***)/one



























































