BERITAPRESS.ID, PAGAR ALAM | Ketua Badan Otonom (Banom) Jami’ah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN) NU Pagar Alam, Kyai Ibnu Kasir, menggelar kegiatan Bai’at Thariqah Naqsyabandiyah Qadiriyah (TNQ), Jumat (14/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengamalan ajaran Islam, khususnya dalam bidang tasawuf dan thariqah, sekaligus menjaga keberlangsungan amalan Ahlussunnah Wal Jamaah di kalangan warga Nahdliyin.
JATMAN merupakan salah satu badan otonom di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) yang menaungi para pengamal ajaran thariqah atau tarekat, sebagai bagian dari pengamalan ilmu tasawuf dan spiritual Islam.
Dalam sejarahnya, JATMAN pertama kali didirikan pada tahun 1957 dengan nama Jam’iyyah Ahli Thariqah al-Mu’tabarah oleh para kiai Nahdlatul Ulama.
Kemudian, melalui Muktamar NU dan Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada tahun 1980, nama tersebut disahkan dan ditambahkan dengan istilah an-Nahdliyah, sebagai penegasan bahwa organisasi tersebut berada dalam garis perjuangan Nahdlatul Ulama.
JATMAN dibentuk antara lain untuk menjaga kemurnian ajaran tasawuf dan thariqah dari berbagai penyimpangan, sekaligus memastikan sanad keilmuan, zikir, dan amalan tetap tersambung kepada Rasulullah SAW.
Adapun tujuan utama JATMAN adalah mengamalkan ajaran agama Islam secara seimbang antara syariat, thariqah, hakikat, dan ma’rifat. Selain itu, JATMAN juga berperan sebagai benteng rohani serta penjaga moral umat Islam dan bangsa Indonesia.
JATMAN juga menaungi berbagai thariqah mu’tabarah yang berkembang di Indonesia, di antaranya Naqsyabandiyah Qadiriyah, Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN), Syadziliyah, Tijaniyah, Rifa’iyah dan sejumlah thariqah lainnya.
Melalui kegiatan Bai’at Thariqah TNQ tersebut, diharapkan para pengamal thariqah di lingkungan Nahdlatul Ulama dapat terus menjaga keistiqamahan dalam menjalankan amalan, memperkuat spiritualitas, serta turut menyinari hati warga Nahdliyin dalam menghidupkan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah.
“Semoga pengamal Thariqah Nahdlatul Ulama tetap istiqamah dalam menyinari hati warga Nahdliyin dalam menghidupkan Ahlussunnah Wal Jamaah.” (09/PA)





























