BERITAPRESS.ID, PAGARALAM | Katib Syuriah PCNU Pagaralam, Kyai Helmi, bersama istri menghadiri kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Otonom Muslimat NU Pusat dan diikuti ibu-ibu Muslimat yang tergabung dalam Kontak Majelis Taklim dari berbagai daerah di Indonesia.
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut menghadirkan Ustadz Dr. KH Das’ad Latif, MA., sebagai penceramah. Kegiatan juga dihadiri Ketua Umum Muslimat NU Pusat yang juga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Hj. Arifatul Choiri Fauzi, serta Menteri Agama RI yang diwakili Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. KH Komarudin Amin, MA.
Dalam kegiatan tersebut, panitia mengangkat tema “Meneladani Rasulullah dengan Menjaga Tradisi, Menguatkan Kemandirian dan Meneduhkan Peradaban.”
Dalam tausyiahnya, Ustadz Das’ad Latif mengajak jamaah, khususnya keluarga besar Muslimat NU, untuk senantiasa meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah juga hendaknya dijadikan sebagai uswatun hasanah dalam membangun dan menjaga keluarga sebagai implementasi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.
Menurutnya, istri memiliki peran yang sangat besar dalam mewujudkan keluarga yang mandiri. Kemandirian tersebut bukan hanya dalam hal mencari nafkah, tetapi juga dalam mendidik anak untuk mempersiapkan masa depan mereka sebagai generasi penerus bangsa.
Ustadz Das’ad Latif juga mengajak ibu-ibu Muslimat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi-tradisi baik dalam kehidupan rumah tangga, berbangsa dan bernegara.
Tradisi tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari refleksi dalam menjalankan ibadah dengan baik dan benar sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah SAW kepada para sahabat dan istri-istrinya dalam menjalankan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.
Ibu-ibu Muslimat NU dalam menjalankan dan menumbuhkembangkan pendidikan di lingkungan keluarga juga diharapkan dapat mencontoh keteladanan istri Rasulullah SAW yang senantiasa setia dan taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
Siti Khadijah, yang dikenal sebagai istri Rasulullah SAW, menjadi salah satu teladan dalam mendampingi Rasulullah, baik dalam suka maupun duka. Keteladanan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi kaum perempuan dalam membantu perjuangan dan menjaga keluarga.
Bukan hanya harta yang dikorbankan Siti Khadijah untuk perjuangan dakwah Rasulullah SAW, tetapi juga jiwa dan raganya untuk mendukung kebangkitan agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW.
Dalam kehidupan rumah tangga, Siti Khadijah disebut tidak pernah mengeluh meskipun harta bendanya digunakan untuk perjuangan dakwah. Bahkan ketika Rasulullah SAW menghadapi tekanan dan perlakuan dari kaum Quraisy, Siti Khadijah senantiasa berada di sisi Rasulullah dengan dukungan harta dan jiwa.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua PP Muslimat NU dan Sekjen Kemenag RI menyampaikan rasa syukur atas kekompakan ibu-ibu Muslimat dalam berbagai kegiatan organisasi.
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H diharapkan dapat menjadi momentum mempererat silaturahmi dan menjaga kekompakan dalam menjalankan organisasi. Jamaah Muslimat NU juga diharapkan menghindari perpecahan dan sekat di antara sesama.
Satu rasa dan satu hati diharapkan terus dijaga dalam merawat tradisi untuk kejayaan Nahdlatul Ulama serta Indonesia.
Semoga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat memberikan manfaat dan membawa dampak positif dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam bingkai Pancasila dan UUD 1945. (09/PA)































