Scroll untuk baca artikel
NewsOKUS

Fiskal Terbatas, Bupati Abusama Perjuangkan Jembatan Baru ke BNPB Pulihkan Akses Tujuh Desa Mekakau Ilir

×

Fiskal Terbatas, Bupati Abusama Perjuangkan Jembatan Baru ke BNPB Pulihkan Akses Tujuh Desa Mekakau Ilir

Sebarkan artikel ini

 

BERITAPERSS, ID OKU Selatan – Banjir yang menerjang Kecamatan Mekakau Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), pada Mei lalu meninggalkan kerusakan serius pada infrastruktur penghubung masyarakat.

Oprit jembatan putus. Struktur jembatan mengalami pergeseran hingga posisinya menjadi miring. Akses transportasi yang selama ini menjadi urat nadi masyarakat pun terganggu, menghambat mobilitas warga dan aktivitas perekonomian di sedikitnya tujuh desa.

Kondisi itu tidak dibiarkan berlarut. Pemerintah Kabupaten OKU Selatan bergerak mencari solusi, meski dihadapkan pada keterbatasan kemampuan fiskal daerah untuk menangani kerusakan dengan skala tersebut.

Di tengah keterbatasan itu, Bupati OKU Selatan Abusama, S.H., mengambil langkah strategis dengan mengusulkan pembangunan jembatan baru kepada pemerintah pusat melalui dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas.

Jumat (4/9/2026), Bupati Abusama turun langsung meninjau lokasi rencana pembangunan jembatan baru di Desa Air Baru, Kecamatan Mekakau Ilir. Bersama jajaran terkait, ia melihat kondisi lapangan dan memastikan kesiapan lokasi sebagai bagian dari proses penanganan yang sedang didorong pemerintah daerah.

Pemkab OKU Selatan terus berkoordinasi dengan BNPB Pusat. Dalam waktu secepatnya, tim BNPB direncanakan melakukan pengecekan dan verifikasi langsung ke lokasi sebagai tahapan penting menuju realisasi bantuan pembangunan jembatan baru.

Bagi pemerintah daerah, persoalannya bukan semata-mata kerusakan fisik jembatan. Ketika akses utama terputus, aktivitas masyarakat ikut terdampak.

Jalur tersebut menjadi penghubung penting bagi warga untuk bekerja, mengangkut hasil pertanian, menjalankan aktivitas perdagangan, serta mengakses pendidikan dan pelayanan dasar.

Karena itu, keterbatasan fiskal daerah tidak boleh menjadi alasan terhentinya upaya pemulihan. Pemkab OKU Selatan memilih menempuh jalur koordinasi dan mengusulkan dukungan kepada pemerintah pusat agar pembangunan dapat segera diwujudkan.

Bupati Abusama menegaskan, pemerintah daerah akan terus mengawal proses tersebut dan mendorong percepatan di setiap tahapan.

” Pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi dan mendorong agar proses pengecekan hingga pembangunan jembatan baru ini dapat dipercepat, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat, ”  ujar Abusama.

Upaya tersebut menunjukkan bahwa penanganan pascabencana tidak berhenti pada pendataan kerusakan. Pemerintah daerah berupaya memastikan ada jalan keluar—dengan bergerak dari lapangan, mengusulkan kebutuhan kepada pemerintah pusat, dan mengawal prosesnya hingga masyarakat kembali memperoleh akses yang layak.

Bagi tujuh desa yang terdampak, pembangunan jembatan baru bukan sekadar proyek infrastruktur. Ini tentang mengembalikan konektivitas yang terputus, menghidupkan kembali mobilitas warga, dan memastikan roda kehidupan masyarakat kembali berjalan.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati OKU Selatan didampingi Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkimtan, Kepala BPBD, Kabag Protokol, Sekretaris Kecamatan Mekakau Ilir, Kepala Desa Mekakau Ilir, serta Kepala Desa Air Baru.(SR)