Scroll untuk baca artikel
NewsOKUSSumsel

Raih Zero NC Audit ISPO 2026 , PT Keza Lintas Buana Dituntut Konsisten Jaga Standar Keberlanjutan

×

Raih Zero NC Audit ISPO 2026 , PT Keza Lintas Buana Dituntut Konsisten Jaga Standar Keberlanjutan

Sebarkan artikel ini

BERITAPERSS, ID OKU Selatan — Raihan Zero Non – Conformity (Zero NC) dalam Audit Surveillance III ISPO 2026 menjadi catatan positif bagi PT Keza Lintas Buana (PT KLB) OKU Selatan.

Namun, capaian tanpa temuan ketidaksesuaian itu tidak lantas menjadi alasan bagi perusahaan untuk berpuas diri. Sebaliknya, hasil tersebut menjadi tantangan baru bagi PT KLB untuk memastikan standar keberlanjutan yang telah dibangun dapat dipertahankan secara konsisten dalam setiap lini operasional perusahaan.

Audit berlangsung pada 26–30 Agustus 2026 di area operasional PT KLB, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), Sumatera Selatan. Proses audit dilaksanakan oleh PT TSI Sertifikasi Internasional.

Dalam pelaksanaannya, auditor melakukan pemeriksaan dokumen, wawancara dengan manajemen dan pekerja, serta verifikasi langsung di lapangan.

Sejumlah aspek menjadi objek penilaian, mulai dari legalitas dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, pengelolaan lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), ketenagakerjaan, aspek sosial, hingga penerapan praktik perkebunan berkelanjutan.

Dari seluruh rangkaian pemeriksaan tersebut, PT KLB dinyatakan meraih Zero NC dalam ruang lingkup audit yang dilakukan.

Asisten EHS & ISPO PT KLB, Fajar Wahyurianda, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur perusahaan.

” Zero NC merupakan hasil dari kerja sama seluruh tim, mulai dari manajemen, departemen, karyawan hingga pekerja di lapangan,” ujar Fajar. Jum’at, 04 – September 2026.

Menurut dia, hasil audit tersebut harus dipandang sebagai bentuk apresiasi sekaligus pengingat agar seluruh standar yang telah diterapkan tidak mengalami penurunan.

” Zero NC ini bukan berarti pekerjaan kita selesai. Justru ini menjadi motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan standar yang sudah kita capai,” katanya.

Capaian Zero NC tidak semestinya berhenti sebagai angka atau prestasi administratif dalam laporan audit. Lebih dari itu, hasil tersebut menjadi tolok ukur awal sejauh mana sistem yang telah dibangun perusahaan benar-benar diterapkan secara konsisten.

Sebab, prinsip keberlanjutan tidak hanya diuji ketika auditor berada di lapangan. Implementasinya berlangsung setiap hari melalui kepatuhan terhadap prosedur kerja, penerapan standar keselamatan, pengelolaan lingkungan, pemenuhan hak dan kewajiban ketenagakerjaan, hingga pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan.

Dengan demikian, tantangan setelah meraih Zero NC justru menjadi lebih besar: memastikan standar yang telah dicapai tetap terjaga dan terus mengalami peningkatan.

Fajar menegaskan, setiap proses audit harus dijadikan momentum untuk melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement), bukan sekadar mengejar hasil pemeriksaan.

” Budaya EHS serta prinsip keberlanjutan harus benar-benar diterapkan dalam aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah tuntutan terhadap industri kelapa sawit yang semakin menekankan aspek tata kelola, kepatuhan, perlindungan lingkungan, keselamatan kerja, dan tanggung jawab sosial.

PT KLB juga menyampaikan apresiasi kepada PT TSI Sertifikasi Internasional atas pelaksanaan audit yang dinilai berlangsung secara profesional dan objektif.

Bagi perusahaan, proses audit bukan sekadar tahapan pengawasan untuk memperoleh pengakuan atas kepatuhan. Audit juga menjadi sarana untuk menguji efektivitas sistem yang telah diterapkan sekaligus mengidentifikasi ruang perbaikan.

Karena itu, keberhasilan meraih Zero NC dalam Audit Surveillance III ISPO 2026 pada akhirnya membawa tanggung jawab yang tidak kalah besar.

Tantangannya bukan lagi sekadar bagaimana mendapatkan Zero NC,  melainkan bagaimana mempertahankanya secara berkelanjutan.

Di titik inilah konsistensi menjadi kata kunci. Sebab, standar keberlanjutan tidak ditentukan oleh hasil audit dalam satu periode, tetapi oleh kebiasaan dan budaya kerja yang terus dijalankan ketika tidak ada auditor yang mengawasi.

Bagi PT KLB, Zero NC menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh: mempertahankan kepatuhan, memperkuat budaya EHS, meningkatkan kinerja, serta memastikan prinsip perkebunan berkelanjutan benar-benar hidup dalam aktivitas operasional sehari-hari.(SR)