BERITAPERSS, ID OKU Selatan — Di tengah dinamika kehidupan sosial dan politik yang terus bergerak, masyarakat kerap mencari sosok yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga hadir, bekerja, dan memberi manfaat nyata.
Salah satu nama yang mulai diperbincangkan di tengah masyarakat OKU Selatan adalah Bung Andi Noprizal, S.E., M.M., tokoh muda yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Bagi sebagian masyarakat, Andi Noprizal bukanlah nama yang muncul tiba-tiba. Kiprahnya tumbuh dari lingkungan sosial yang dekat dengan masyarakat, termasuk keterlibatannya dalam kegiatan keagamaan maupun berbagai aktivitas sosial lainnya.
Kehadiran di tengah masyarakat menjadi modal penting yang membuat sosoknya cukup dikenal, terutama di kalangan pemuda, termasuk di Kecamatan Simpang.
Di luar aktivitas sosial, Andi Noprizal juga dikenal sebagai seorang pengusaha. Ia merupakan Owner CV. Sintiyah Tani, usaha yang bergerak di bidang pertanian.
Dunia usaha yang digelutinya menjadi gambaran lain dari karakter seorang anak muda yang berupaya membangun kemandirian ekonomi sekaligus membuka ruang kontribusi bagi lingkungan sekitarnya.
Namun, yang menarik dari sosok Andi bukan semata-mata soal aktivitas bisnis. Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha, ia disebut memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial kemasyarakatan.
Sikap peka terhadap kondisi lingkungan dan kemauan untuk membantu sesama menjadi nilai yang membuat namanya semakin mendapat tempat di tengah masyarakat.
Sebagai seorang kader Partai Golkar, kiprahnya pun mulai bersinggungan dengan dunia politik. Akan tetapi, politik bagi generasi muda semestinya tidak sekadar dipandang sebagai perebutan posisi atau kekuasaan.
Politik justru dapat menjadi ruang pengabdian yang lebih luas apabila dibangun dari pengalaman sosial, kepedulian, dan kedekatan dengan masyarakat.
Menjelang kontestasi politik 2029, sejumlah kalangan masyarakat mulai melihat adanya potensi dari sosok muda seperti Andi untuk ikut meramaikan peta politik di OKU Selatan.
Tentu, apakah ia benar-benar akan maju atau mengambil peran politik tertentu pada 2029 merupakan keputusan yang sepenuhnya berada di tangan dirinya dan partai politik.
Namun, secara sosial, modal kedekatan dengan masyarakat, pengalaman sebagai pengusaha, aktivitas kepemudaan, serta keterlibatan dalam kegiatan kemasyarakatan merupakan fondasi yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Terlebih bagi kalangan pemuda Kecamatan Simpang, sosok seperti Andi dapat menjadi representasi bahwa generasi muda tidak harus menunggu tua untuk mengambil peran.
Pengabdian bisa dimulai dari lingkungan terdekat, dari kegiatan sosial, dari pemberdayaan ekonomi, hingga keterlibatan dalam pembangunan daerah.
Politik yang lahir dari bawah biasanya memiliki cerita yang berbeda. Ia tidak hanya dibangun melalui baliho, slogan, atau momentum menjelang pemilu, tetapi melalui rekam jejak interaksi dengan masyarakat.
Karena itu, jika Andi Noprizal ingin melangkah lebih jauh ke panggung politik, tantangan terbesarnya bukan sekadar memenangkan kontestasi, melainkan mempertahankan kepercayaan yang telah tumbuh melalui kerja-kerja sosialnya.
Masyarakat tentu akan menilai bukan hanya dari siapa yang mengusungnya, tetapi dari apa yang telah dilakukan, bagaimana ia bersikap ketika berhadapan dengan persoalan rakyat, dan sejauh mana keberadaannya mampu memberikan manfaat.
Pada akhirnya, politik 2029 masih merupakan perjalanan yang cukup panjang. Banyak kemungkinan dapat terjadi. Peta politik bisa berubah, konfigurasi partai dapat bergerak, dan pilihan masyarakat pun tidak pernah benar-benar bisa dipastikan jauh hari.
Namun satu hal yang menarik untuk dicermati. Ketika seorang anakmuda telah membangun usaha, aktif di tengah masyarakat, dengan pemuda , serta memilik kepedulian sosial, maka peluang untuk menjadi bagian dari perubahan tentu terbuka lebar.
Bung Andi Noprizal mungkin belum berada di panggung politik utama OKU Selatan.
Tetapi jika konsistensi pengabdian, integritas, dan kedekatannya dengan masyarakat terus dipelihara, bukan tidak mungkin namanya akan menjadi salah satu warna yang patut diperhitungkan dalam dinamika politik OKU Selatan menuju 2029.
Sebab, pemimpin yang kuat bukan selalu mereka yang paling banyak bicara tentang masyarakat, melainkan mereka yang sudah terbiasa hadir ketika masyarakat membutuhkan .(SR)





















