NASIONAL

Gempa Sulteng: Korban Tewas Jadi 3, Susulan 703 Kali

×

Gempa Sulteng: Korban Tewas Jadi 3, Susulan 703 Kali

Sebarkan artikel ini
foto " bnpb.go.id

BERITAPRESS.ID, SIGI | Korban tewas gempa Sulteng akibat gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah terus bertambah. Hingga Kamis (18/6), jumlah korban meninggal dunia tercatat menjadi tiga orang, sementara 703 gempa susulan telah terjadi dan ribuan warga masih terdampak di sejumlah wilayah, terutama Kabupaten Sigi.

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan sebanyak 17 orang mengalami luka berat dan 91 orang luka ringan. Sementara itu, total warga terdampak mencapai 2.109 kepala keluarga atau 6.412 jiwa.

Kabupaten Sigi menjadi daerah yang mengalami dampak paling besar akibat gempa tersebut. Tiga korban meninggal dunia masing-masing berasal dari Desa Ampera, Kecamatan Palolo, Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, serta satu korban lain yang telah terkonfirmasi dalam pendataan terbaru.

Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 1.652 unit rumah. Rinciannya, 1.472 rumah mengalami rusak ringan, 111 rumah rusak sedang, dan 69 rumah rusak berat.

Kerusakan turut terjadi pada sejumlah fasilitas umum dan sosial. Sedikitnya 42 rumah ibadah, delapan gedung perkantoran termasuk Kantor Bupati Sigi dan BAPPERINDA, 13 bangunan sekolah, dua rumah adat, serta delapan jaringan air bersih dilaporkan mengalami kerusakan.

Diketahui, gempa bumi tektonik magnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) pukul 11.27 WITA. Pusat gempa berada di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, tepatnya di Kabupaten Parigi Moutong dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Hingga Kamis (18/6), BMKG mencatat telah terjadi 703 kali gempa susulan. Gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 5,2, sedangkan yang terkecil magnitudo 1,3. Sebanyak 25 kali gempa susulan masih dirasakan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sigi telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak kejadian gempa. Wakil Bupati Sigi ditunjuk sebagai Komandan Satuan Tugas Penanganan Darurat guna mempercepat koordinasi dan penanganan di lapangan.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah masih memproses penetapan status tanggap darurat tingkat provinsi untuk memperkuat dukungan penanganan bencana.

Dalam mendukung upaya tanggap darurat, BNPB telah menyalurkan bantuan berupa tiga unit tenda pengungsi, 50 unit tenda keluarga, 150 paket sembako, 150 lembar matras, 150 lembar selimut, dan 100 unit kasur lipat.

Personel TNI dan Polri juga diterjunkan untuk membantu pembersihan puing bangunan, distribusi logistik, serta mendukung operasional penanganan bencana di lokasi terdampak.

Sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto dijadwalkan bertolak ke Kabupaten Sigi pada Jumat (19/6). Kunjungan tersebut bertujuan memastikan penanganan darurat berjalan optimal, meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak, serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak di lapangan.

Saat ini kebutuhan utama warga terdampak meliputi tambahan tenda pengungsi, tenda keluarga, air bersih, selimut, matras, penerangan darurat, layanan kesehatan, hingga dukungan pembersihan puing bangunan.

BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, pemerintah daerah, serta BPBD. Warga juga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh petugas karena aktivitas gempa susulan masih terus berlangsung. (***)/ril/one