BERITAPRESS. ID, FAKFAK|Ancaman abrasi dan gelombang tinggi di wilayah pesisir kembali mencuat. Mayor Kiyaba, Mahmud Kanabaraf, bersama Kepala Distrik Karas, Soleman Temongmere, ST., MM, didampingi unsur pemuda dan aparat kampung, mendesak Pemerintah Daerah, Provinsi, hingga Pusat untuk segera merealisasikan pembangunan talud pemecah ombak di Kampung Kiyaba, Distrik Karas, Kabupaten Fakfak.
Desakan ini disampaikan menyusul kondisi geografis Kampung Kiyaba yang berada di dataran paling rendah. Setiap kali memasuki musim angin timur dan barat, hantaman ombak yang kencang kerap menyebabkan air laut naik tinggi dan merendam kawasan pemukiman.
Akibatnya, warga yang rumahnya berada di dekat pantai terpaksa harus mengungsi sementara ke rumah kerabat atau tetangga demi keamanan. Kondisi tersebut diperparah oleh kerusakan talud lama yang sudah tidak lagi mampu menahan terjangan gelombang, (24/8/2026).
”Talud yang pernah dibangun sudah rusak, sehingga kami sangat meminta agar dibangun kembali pemecah ombak, apalagi posisi kampung kami berada di dataran paling rendah. Beberapa bulan ke depan kami akan segera menghadapi musim ombak, dan kehadiran pemecah gelombang sangat mendesak untuk keselamatan warga,” ujar Mahmud Kanabaraf.
Selain faktor keselamatan jiwa, situasi cuaca ekstrem ini juga berdampak langsung pada sektor ekonomi masyarakat. Mengingat 90 persen warga Kampung Kiyaba berprofesi sebagai nelayan, gelombang tinggi otomatis melumpuhkan mata pencaharian mereka.
Kehadiran pemecah ombak dinilai krusial tidak hanya untuk melindungi pemukiman, tetapi juga memberikan rasa aman bagi para nelayan saat pulang melaut. Dengan adanya infrastruktur tersebut, perahu motor (jonson) milik warga dapat berlabuh dengan nyaman tanpa khawatir rusak dihantam ombak besar.
Warga berharap aspirasi ini dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi berwenang sebelum musim gelombang ekstrem berikutnya datang menghantam wilayah pesisir Distrik Karas. (IB).





























