BERITAPRESS.ID, PAGARALAM | Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pagaralam menggelar kegiatan dzikir dan doa bersama di Masjid Taqwa Kota Pagaralam, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas anugerah kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pagaralam turut menghadiri kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi dan kebersamaan bersama Kemenag Kota Pagaralam, sekaligus mempererat tali silaturahmi yang selama ini telah terjalin.
Rois Syuriah PCNU Pagaralam, Kiai Masrur Aminullah, Katib Syuriah Kiai Helmi Yunus, S.E., M.M., serta sejumlah pengurus PCNU Pagaralam hadir langsung dalam kegiatan dzikir dan doa bersama tersebut.
PCNU Pagaralam bersama Kemenag Kota Pagaralam berharap kegiatan keagamaan tersebut dapat menumbuhkembangkan rasa cinta kepada tanah air serta mendorong masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai aktivitas positif.
“Kita berharap kegiatan ini dapat menumbuhkembangkan rasa cinta kepada tanah air dengan mengimplementasikannya melalui kegiatan positif, serta ikut serta membangun negara melalui pembangunan jasmani dan rohani bagi umat beragama di Kota Pagaralam,” ujar Dr. H. Deni Priansyah, S.Ag., M.Pd.I.
Menurutnya, semangat cinta tanah air merupakan bagian penting dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara. Hal tersebut sejalan dengan ungkapan yang dikenal luas dalam tradisi keislaman, Hubbul Wathan Minal Iman, yang dimaknai sebagai cinta tanah air merupakan bagian dari iman.
“Hal ini dapat dipahami bahwa kecintaan kepada tanah air harus diwujudkan dengan rasa memiliki yang kuat, sehingga tidak ada sedikit pun niat untuk mengkhianati tanah air dengan melakukan keonaran maupun kerusakan di bumi ibu pertiwi yang kita cintai ini,” katanya.
Deni menambahkan, perjuangan mengisi kemerdekaan pada masa kini memiliki bentuk yang berbeda dengan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.
“Jika para pahlawan memerdekakan Indonesia dengan berjuang mengangkat senjata dan bambu runcing, maka sebagai generasinya kita harus berjuang dengan ide, inovasi, dan terobosan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta ikut serta dalam pembangunan di segala bidang demi kesejahteraan dan keberlangsungan hidup di bumi pertiwi,” ungkapnya.
Ia berharap, kegiatan dzikir dan doa bersama tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.
“Semoga dengan dzikir dan doa bersama ini dapat memberikan dampak dan manfaat untuk negeri dalam mewujudkan Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur. Aamiin,” pungkasnya. (09/PA)





























