PagaralamReligi

Mengenal Lebih Dekat Muslimat NU, Pilar Perempuan Nahdlatul Ulama dalam Pendidikan, Dakwah, dan Pemberdayaan Umat

×

Mengenal Lebih Dekat Muslimat NU, Pilar Perempuan Nahdlatul Ulama dalam Pendidikan, Dakwah, dan Pemberdayaan Umat

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS.ID, PAGARALAM | Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu Badan Otonom (Banom) NU yang memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia, memperkuat ketahanan keluarga, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam Episode ke-2 seri Mengenal Lebih Dekat Badan Otonom Nahdlatul Ulama, Dr. K.H. Deni Priansyah, S.Ag., M.Pd.I menjelaskan bahwa Muslimat NU resmi berdiri pada 29 Maret 1946 di Purwokerto, Jawa Tengah. Gagasan pembentukannya bermula pada Muktamar NU ke-13 di Menes, ketika dua tokoh perempuan NU, Ny. R. Djuaesih dan Ny. Siti Sarah, menjadi perempuan pertama yang menyampaikan pandangan di mimbar forum resmi NU.

Keduanya menegaskan bahwa perempuan memiliki kedudukan yang setara dengan laki-laki dalam memperoleh ilmu agama. Perjuangan tersebut kemudian membuahkan hasil dengan disahkannya Muslimat NU sebagai Badan Otonom Nahdlatul Ulama pada tahun 1952.

Menurut Dr. K.H. Deni Priansyah, Muslimat NU memiliki empat fokus utama dalam pengabdiannya kepada umat, yaitu bidang pendidikan, sosial dan kesehatan, dakwah, serta pemberdayaan ekonomi.

“Di bidang pendidikan, Muslimat NU mengelola berbagai jenjang pendidikan mulai dari taman kanak-kanak, madrasah, hingga kelompok belajar Al-Qur’an. Pada bidang sosial dan kesehatan, Muslimat NU menjalankan program kesehatan ibu dan anak serta pelayanan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada bidang dakwah, Muslimat NU secara rutin menyelenggarakan majelis taklim dan pengajian untuk memperkuat nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di tengah masyarakat. Sementara pada bidang ekonomi, organisasi ini membina koperasi dan usaha mikro guna meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan.

“Melalui berbagai program tersebut, Muslimat NU memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas anak bangsa serta mewujudkan kesejahteraan keluarga yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah,” pungkas Dr. K.H. Deni Priansyah. (09/PA)