BERITAPRESS. ID, FAKFAK|Perum Bulog Subdivre Fakfak resmi memulai penyaluran Bantuan Pangan beras untuk periode Juli, Agustus, dan September 2024. Penyaluran ini ditandai dengan seremoni launching oleh Bupati Fakfak beserta jajaran pemerintah daerah setempat.
Kepala Cabang Bulog Fakfak, Ibrahim Wairoy, menyampaikan bahwa sebelum penyaluran dilakukan, pihak Bulog telah berkoordinasi lintas sektoral dengan menggelar sosialisasi serta pemeriksaan kualitas beras bersama Dinas Pertanian dan Pangan serta Dinas Sosial Kabupaten Fakfak, (14/8/2026).
”Kegiatan ini merupakan penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Dinas Sosial sebagai penyedia data penerima manfaat. Sinergi ini penting agar bantuan tepat sasaran dan berkualitas,” ujar Ibrahim Wairoy dalam sambutannya.
Ibrahim menjelaskan, pada alokasi kali ini terjadi peningkatan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Fakfak, yakni dari sebelumnya sekitar 11 ribu KPM menjadi 13.692 KPM (meningkat sekitar 2.000 penerima). Penambahan ini terjadi seiring adanya penyesuaian data kriteria penerima bantuan (desil) yang kini menyasar hingga desil 4 dan 5.
Menanggapi perdebatan terkait data KPM di lapangan, Ibrahim mengimbau para camat dan lurah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa penggantian atau perubahan data penerima tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus melalui mekanisme pembaruan (updating) data secara berkala oleh Dinas Sosial.
Selain penyaluran bantuan pangan yang ditargetkan selesai pada 31 September mendatang, Bulog Fakfak juga terus menggencarkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Bulog berkomitmen untuk hadir setiap hari di tengah masyarakat guna menjaga psikologis pasar agar tidak terjadi lonjakan harga.
”Kehadiran kami setiap hari memberikan jaminan bagi masyarakat bahwa stok beras itu ada dan harganya terjangkau. Begitu juga bagi para pedagang, mereka tidak perlu khawatir akan kelangkaan stok,” tegas Ibrahim.
Untuk memperluas jangkauan, Bulog Fakfak bekerja sama dengan Polres Fakfak melalui program mobile market guna menjangkau wilayah pelosok agar masyarakat di luar kota bisa menikmati beras dengan harga yang sama, yaitu HET Rp13.500/kg (dengan harga tebus gudang Bulog Rp11.600/kg).
Ibrahim juga menambahkan, kendala kekosongan gudang beberapa waktu lalu murni disebabkan oleh hambatan jalur transportasi logistik dan kini pasokan telah kembali normal. Tak hanya di Fakfak, upaya stabilisasi harga juga terus didorong hingga ke wilayah Kaimana untuk menekan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di daerah tersebut. (IB).





























