BERITAPRESS, ID FAKFAK/Pemerintah Kabupaten Fakfak secara resmi meluncurkan (launching) pengoperasian listrik 24 jam di Distrik Teluk Patipi. Peresmian yang dikemas dalam acara syukuran ini dipimpin langsung oleh Bupati Fakfak, didampingi jajaran Forkopimda, termasuk Kapolres Fakfak dan Dandim 1803/Fakfak.
Dalam sambutannya, Kepala Distrik Teluk Patipi menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Bupati Fakfak beserta rombongan. Secara khusus, Kepala Distrik juga memberikan ucapan selamat bertugas kepada Kapolres Fakfak yang baru, seraya mengapresiasi karena Distrik Teluk Patipi menjadi wilayah pertama yang dikunjungi dalam agenda kerja resminya.
Bupati Fakfak menegaskan bahwa peresmian listrik 24 jam ini merupakan wujud nyata dari realisasi janji politik pemerintah daerah kepada masyarakat, (8/7/2026).
”Ini adalah komitmen kami. Yang pertama, jalan ‘tiktok’ kini sudah menjadi jalan ‘toktok’ (mulus), dan berikutnya adalah menghadirkan listrik 24 jam. Langkah besar ini tidak terlepas dari perhatian dan dukungan penuh dari Menteri ESDM, Bapak Bahlil Lahadalia,” ujar Bupati Fakfak.
Distrik Teluk Patipi menjadi wilayah pertama yang merasakan program ini, yang nantinya akan segera disusul oleh Distrik Bomberay.
Sebagai bentuk kepedulian, Bupati mengumumkan bahwa seluruh rumah warga di Distrik Teluk Patipi yang belum teraliri listrik akan dipasang secara gratis oleh pemerintah daerah pada tahun ini. Mulai dari penarikan kabel hingga instalasi ke dalam rumah tidak dipungut biaya. Kepala Kampung diminta segera berkoordinasi dengan pihak distrik untuk melakukan pendataan menyeluruh.
”Untuk wilayah pesisir, kita akan memasang listrik melalui PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya). Persiapan SDM-nya, yang merupakan anak-anak asli Fakfak, hingga operasionalnya nanti juga gratis karena dibantu oleh Bapak Menteri ESDM,” tambahnya penuh apresiasi.
Selain sektor infrastruktur dan energi, Bupati memaparkan sejumlah proyek investasi strategis nasional (PSN) yang tengah masuk ke Kabupaten Fakfak. Di antaranya adalah rencana pembangunan pabrik pupuk yang dialihkan ke Tomage karena kondisi kontur tanah di Fior yang tidak memungkinkan.
Selanjutnya, proyek Migas Ubadari di Distrik Arguni akan segera menggelar acara syukuran minggu depan. Jika berjalan lancar, proyek ini ditargetkan mulai berproduksi pada tahun 2027, sehingga pada tahun 2028 Kabupaten Fakfak resmi masuk sebagai daerah penghasil yang berhak menerima Dana Bagi Hasil (DBH). Di sektor perkebunan, selain kelapa sawit yang sudah berjalan seluas 19.000 hektar, kini akan menyusul pengembangan gelombang kedua seluas 15.900 hektar.
Menyikapi investasi berskala besar ini, Bupati meminta masyarakat menyiapkan anak-anak mereka, dan menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) untuk gencar menggelar pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
”Komitmen saya jelas, rekrutmen pekerja harus memprioritaskan tenaga kerja lokal yang merupakan anak-anak asli Fakfak. Kita berusaha menekan angka pengangguran agar taraf hidup dan ekonomi masyarakat berangsur membaik,” tegas Bupati.
Di sektor ekonomi kerakyatan, di samping program penanaman pala seluas 300 hektar yang akan berjalan, Bupati juga mengajak warga menanam pohon kelapa karena memiliki nilai ekonomi tinggi, terutama saat musim-musim tertentu seperti musim telur ikan.
Menutup arahannya, Bupati berharap kehadiran listrik 24 jam ini dapat mendongkrak kualitas pendidikan, ekonomi, dan pelayanan kesehatan di Distrik Teluk Patipi. Ia juga berpesan agar masyarakat mendukung penuh jalannya pembangunan dan tidak melakukan aksi pemalangan jika terjadi riak sosial.
”Kalau ada persoalan atau aspirasi, mari kita bicarakan dengan baik secara berjenjang, mulai dari distrik, OPD teknis, sampai ke Bupati. Pintu saya selalu terbuka, baik di kantor maupun di kediaman,” pungkasnya sebelum secara resmi meluncurkan program listrik 24 jam tersebut (IB).



























