BERITAPRESS. ID, FAKFAK|Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, mengajak seluruh umat Islam untuk terus menebarkan nilai rahmatan lil’alamin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Samaun Dahlan dalam puncak peringatan 666 Tahun Islam Masuk Tanah Papua (IMTP) yang berlangsung di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Sabtu (8/8/2026).
“Pesan Islam yang universal, yakni rahmatan lil’alamin atau sebagai rahmat, kasih sayang, dan kebaikan bagi seluruh alam semesta harus terus ditebarkan bagi kita semua umat Muslim,” ujar Samaun Dahlan.
Menurutnya, nilai rahmatan lil’alamin tidak hanya menjadi ajaran dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam membangun hubungan harmonis antarsesama umat beragama.
“Terlebih antarumat beragama, sebab cinta kasih akan menghadirkan kebersamaan dan persatuan,” tegasnya.
Samaun mengatakan, nilai cinta kasih dan kebersamaan tersebut sejatinya telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Fakfak sejak dahulu. Nilai itu diwariskan para leluhur melalui kearifan lokal yang dikenal dengan filosofi Idu-Idu Maninina Jojor Satu Tungku Tiga Batu.
“Formulasi ini merupakan kearifan lokal yang menjadi landasan berpikir dan berpijak Bupati serta Wakil Bupati Fakfak dalam janji-janji politiknya, yang terumuskan dalam visi dan misi terwujudnya masyarakat Fakfak yang mandiri, sejahtera, aman, dan berdaya saing yang berlandaskan pada keberagaman,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Samaun Dahlan juga mendorong Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Fakfak maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat agar sejarah masuknya tiga agama di Tanah Papua dapat menjadi bagian dari muatan lokal dalam dunia pendidikan.
Menurutnya, sejarah tersebut penting dikenalkan kepada generasi muda agar mereka memahami perjalanan kehidupan keagamaan sekaligus nilai toleransi yang telah tumbuh dan berkembang di Tanah Papua sejak masa lalu.
“Sehingga terintegrasi dalam setiap mata pelajaran yang ditempuh oleh para peserta didik di Tanah Papua,” katanya.
Ia menegaskan, setiap guru juga perlu memiliki pengetahuan yang memadai mengenai sejarah masuknya tiga agama besar di Tanah Papua sehingga dapat meneruskan pengetahuan tersebut kepada para peserta didik.
“Setiap guru harus punya pengetahuan akan sejarah masuknya tiga agama besar di Tanah Papua,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Samaun Dahlan turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Panitia Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Tanah Papua, Haji Wahidin Puarada, beserta seluruh jajaran panitia yang telah mempersiapkan rangkaian kegiatan.
Ia menyebut, peringatan tersebut tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga berbagai perlombaan Islami, seperti hadrat, sawat, haflah, baca Yasin, pembacaan kitab Barzanji, cerdas cermat, dan sejumlah kegiatan lainnya.
“Kegiatan ini juga menghadirkan peserta dari Jakarta,” ungkapnya.
Menurut Samaun, berbagai perlombaan tersebut bukan sekadar menjadi tontonan bagi masyarakat, tetapi juga mengandung nilai edukasi dan tuntunan keagamaan.
Ia menilai, kegiatan yang mengangkat firman Allah SWT dan selawat Nabi Muhammad SAW tersebut perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan generasi muda.
“Untuk itu, saya dorong setiap kegiatan Islami harus terus diadakan lomba-lomba dan kegiatan bernuansa keagamaan karena bersifat ritual dan seremonial,” pungkasnya.
Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Tanah Papua di Fakfak diharapkan tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah Islam di Tanah Papua, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan, toleransi, persatuan, serta nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Fakfak. (IB).





























