Scroll untuk baca artikel
Palembang

ARUN Sumsel Siapkan Musda 27 September, Perkuat Kerja Advokasi untuk Masyarakat

×

ARUN Sumsel Siapkan Musda 27 September, Perkuat Kerja Advokasi untuk Masyarakat

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Provinsi Sumatera Selatan menyiapkan babak baru perjalanan organisasinya. Pelantikan dan Musyawarah Daerah (Musda) yang dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2026 mendatang diarahkan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat kerja advokasi dan pendampingan masyarakat.

Persiapan tersebut dimatangkan melalui rapat internal DPD ARUN Sumsel yang digelar di Hall Gen Z Rajawali Palembang, Senin (7/9/2026).

Rapat membahas berbagai persiapan pelantikan dan Musda, sekaligus melakukan evaluasi terhadap struktur dan kepengurusan organisasi. Konsolidasi internal dinilai penting untuk memastikan ARUN Sumsel memiliki struktur yang solid dan mampu menjalankan fungsi organisasi secara optimal.

Ketua DPD ARUN Sumsel, Febri Zulian S, mengatakan penguatan struktur merupakan bagian penting dalam membangun organisasi. Namun, menurutnya, keberadaan ARUN tidak boleh berhenti pada urusan administratif dan struktural semata.

“Pelantikan dan Musda ini bukan sekadar agenda seremonial. Ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memformulasikan bagaimana ke depannya ARUN dapat berkontribusi dalam memberikan advokasi dan pendampingan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya di Sumatera Selatan,” ujar Febri.

Ia mengatakan, organisasi dengan struktur yang kuat harus mampu menerjemahkan keberadaannya menjadi kerja nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

Karena itu, ARUN Sumsel mulai mempersiapkan arah organisasi agar lebih responsif terhadap berbagai persoalan publik. Menurut Febri, masyarakat membutuhkan ruang untuk memperoleh pendampingan ketika menghadapi persoalan yang menyangkut kepentingan maupun hak mereka.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan ARUN Sumsel berupaya memperkuat fungsi advokasi dan pendampingan masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana organisasi ini ke depan tidak hanya hadir secara struktural, tetapi juga mampu hadir di tengah masyarakat ketika mereka membutuhkan advokasi dan pendampingan,” katanya.

Menjelang pelaksanaan Musda, konsolidasi internal menjadi salah satu agenda utama. Evaluasi terhadap kepengurusan dilakukan untuk memastikan pembagian tugas, fungsi, dan tanggung jawab setiap unsur organisasi dapat berjalan secara optimal.

Selain itu, rapat membahas kesiapan kepanitiaan, teknis pelaksanaan kegiatan, konsolidasi peserta serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya. Seluruh persiapan ditargetkan dapat dirampungkan sebelum hari pelaksanaan.

Musda yang dijadwalkan pada 27 September 2026 diharapkan tidak hanya menghasilkan kepengurusan yang semakin solid, tetapi juga melahirkan arah serta program kerja yang lebih konkret dan responsif terhadap berbagai persoalan masyarakat di Sumatera Selatan.

Bagi ARUN Sumsel, penguatan organisasi menjadi titik awal. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa struktur yang dibangun mampu bergerak menjadi kerja nyata di tengah masyarakat.

Dengan semangat advokasi dan pendampingan, ARUN Sumsel menyatakan komitmennya untuk membangun komunikasi serta membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dalam memperjuangkan kepentingan publik. (*)