Sumsel

Flyover Muara Enim Capai 16 Persen, Ini Target Rampungnya

×

Flyover Muara Enim Capai 16 Persen, Ini Target Rampungnya

Sebarkan artikel ini
foto : ist

BERITAPRESS.ID, MUARANIM |Kemacetan panjang di perlintasan sebidang Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Muara Enim, diharapkan mulai terurai. Pembangunan Flyover Muara Enim kini telah mencapai progres fisik 16 persen dan dipacu agar selesai sesuai target.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meninjau langsung proyek tersebut pada Senin (6/7/2026). Dalam kunjungan itu, ia memastikan pembangunan berjalan sesuai jadwal karena flyover dinilai menjadi infrastruktur penting bagi kelancaran aktivitas masyarakat sekaligus distribusi logistik.

Flyover yang memiliki panjang sekitar 605 meter tersebut dibangun menggunakan konstruksi baja dan box girder. Menurut Herman Deru, metode tersebut diharapkan mempercepat proses pekerjaan dibanding konstruksi konvensional.

Ia menjelaskan pembangunan flyover ini berbeda dengan rencana empat flyover lain yang sebelumnya telah disepakati bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, PT KAI, PT Bukit Asam, dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional. Proyek di Jalan Jenderal Sudirman telah direncanakan lebih dahulu karena dinilai menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.

Menurut Herman Deru, tingginya frekuensi kereta pengangkut batubara selama ini sering memicu antrean kendaraan di perlintasan sebidang. Kondisi tersebut diperkirakan akan semakin padat seiring meningkatnya kebutuhan angkutan menuju proyek pelabuhan pengumpan berskala nasional.

Karena itu, pemerintah menargetkan pembangunan flyover mampu menjaga kelancaran perjalanan kereta logistik tanpa menghambat mobilitas warga yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.

Herman Deru juga meminta seluruh instansi, pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat mendukung percepatan pembangunan agar seluruh tahapan administrasi maupun pekerjaan di lapangan dapat berjalan beriringan.

Jika rampung sesuai rencana, flyover ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi kemacetan di Muara Enim sekaligus meningkatkan konektivitas transportasi dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. (***)