BERITAPERSS, ID OKU SELATAN — PT Keza Lintas Buana menggelar Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran Hutan, Lahan, dan Kebun (KARHUTLABUN) Tahun 2026 di area operasional perusahaan di Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, Senin (29/6) Kemarin.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi kebakaran sekaligus menguji efektivitas sistem penanganan keadaan darurat di lingkungan operasional.
Simulasi diikuti Tim Tanggap Darurat Kebakaran PT Keza Lintas Buana, jajaran manajemen, staf, petugas keamanan, dan karyawan. Seluruh peserta mengikuti pembekalan yang meliputi identifikasi potensi kebakaran, prosedur tanggap darurat, penggunaan peralatan pemadam kebakaran, teknik pemadaman awal, hingga mekanisme pelaporan dan koordinasi saat terjadi keadaan darurat.
Materi pelatihan disampaikan oleh Departemen Sustainability bersama Departemen SSL yang diwakili Anggota BKO. Setelah sesi teori, peserta melaksanakan simulasi lapangan dengan skenario terjadinya kebakaran di area operasional perusahaan.
Dalam simulasi tersebut, Tim Tanggap Darurat menjalankan prosedur penanganan sesuai standar operasional, mulai dari menerima laporan kejadian, memobilisasi personel dan peralatan, melakukan pemadaman, hingga mengamankan lokasi setelah api berhasil dikendalikan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap kesiapan personel serta kelengkapan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran yang dimiliki perusahaan.
Simulasi tersebut merupakan implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta mendukung penerapan prinsip-prinsip Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), khususnya pada aspek kesiapsiagaan dan tanggap darurat.
Manajer PT Keza Lintas Buana, Maruky, mengatakan simulasi tanggap darurat KARHUTLABUN merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesiapsiagaan seluruh personel menghadapi potensi kebakaran di area operasional.
Menurut dia, pelatihan yang dilaksanakan secara berkala tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis Tim Tanggap Darurat, tetapi juga memperkuat koordinasi, komunikasi, serta kecepatan respons seluruh unsur perusahaan dalam menghadapi kondisi darurat.
” Kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam mencegah dan meminimalkan dampak kebakaran. Melalui latihan yang dilakukan secara rutin, setiap personel diharapkan semakin sigap, terampil, dan mampu bertindak cepat serta tepat sesuai prosedur yang berlaku,” kata Maruky. Sabtu. (04/7/2026).
Ia menegaskan, ” PT Keza Lintas Buana akan terus memperkuat penerapan SMK3 serta mendukung implementasi prinsip-prinsip ISPO sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mewujudkan operasional perkebunan kelapa sawit yang aman, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan, ” tandasnya.(SR)



























