BERITAPRESS.ID, JAKARTA| Pulang haji di Tahun Baru Islam ibarat membuka lembaran baru dengan tinta yang masih basah. Saat koper mulai dikemas dan satu per satu jemaah bersiap kembali ke Indonesia, ada satu bekal yang diingatkan agar jangan sampai tertinggal di Tanah Suci, yakni kemabruran haji.
Pesan itu disampaikan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di tengah berlangsungnya fase pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi yang bertepatan dengan momentum 1 Muharram 1448 Hijriah.
Bagi umat Islam, pergantian tahun hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender. Momen itu menjadi waktu untuk merenungkan perjalanan hidup, memperbaiki diri, dan menyusun langkah menuju masa depan yang lebih baik.
Nilai itulah yang dinilai sejalan dengan makna ibadah haji, yang tidak hanya menuntaskan rangkaian ritual di Tanah Suci, tetapi juga membawa perubahan dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke tanah air.
Di tengah suasana Tahun Baru Islam, proses pemulangan jemaah haji Indonesia terus berjalan lancar dan terkendali. Memasuki hari ke-57 operasional haji dan hari ke-15 fase pemulangan, layanan kepulangan kini memasuki babak baru dengan dimulainya penerbangan perdana jemaah Gelombang II dari Madinah menuju Indonesia.
Laporan kementerian haji dilaman resmi haji, hingga Selasa (16/6/2026), sebanyak 261 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Jumlah tersebut terdiri atas 101.391 jemaah dan 1.042 petugas.
Dengan demikian, total jemaah dan petugas yang telah diterbangkan menuju Indonesia mencapai 102.433 orang.
Sementara itu, sebanyak 253 kloter telah tiba di tanah air dengan jumlah 98.487 jemaah dan 1.010 petugas. Total kedatangan jemaah dan petugas haji Indonesia yang telah tiba di berbagai embarkasi mencapai 99.497 orang.
Untuk pergerakan jemaah Gelombang II dari Makkah menuju Madinah, hingga hari ini telah diberangkatkan sebanyak 157 kloter yang terdiri atas 60.242 jemaah dan 628 petugas. Total jemaah dan petugas yang telah tiba di Madinah mencapai 60.870 orang.
Jemaah haji khusus yang telah kembali ke Indonesia sampai saat ini juga mencapai 15.802 orang, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas.
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff mengatakan dimulainya penerbangan Gelombang II dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah menjadi penanda penting dalam fase pemulangan jemaah tahun ini.
“Hari ini menjadi penanda dimulainya fase kepulangan jemaah Gelombang II dari Madinah menuju Indonesia. Kami memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman, nyaman, dan sehat,” ujar Maria.
Menurutnya, Kemenhaj bersama seluruh petugas haji di Daerah Kerja Madinah terus mengoptimalkan layanan akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan hingga layanan bandara agar proses kepulangan berjalan lancar sampai kloter terakhir.
Namun di balik kelancaran proses kepulangan tersebut, Kemenhaj menitipkan pesan yang lebih mendalam kepada para jemaah. Bertepatan dengan Tahun Baru Islam, para jemaah diajak menjadikan pengalaman spiritual selama berhaji sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke Indonesia.
Maria menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan ritual yang selesai ketika pesawat mendarat di tanah air. Haji merupakan perjalanan transformasi diri yang semestinya melahirkan pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
“Semoga momentum tahun baru ini menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan ritual, tetapi juga perjalanan transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi sesama,” katanya.
Kepatuhan
Ia menambahkan, kemabruran haji harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui akhlak yang baik, kepedulian sosial, semangat persaudaraan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Selain menyampaikan pesan spiritual, Kemenhaj juga mengingatkan jemaah yang masih berada di Madinah agar menjaga dokumen perjalanan, terutama paspor. Jemaah diminta memastikan paspor tersimpan dengan aman dan mudah diakses selama proses kepulangan berlangsung.
Jemaah juga diimbau menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan dengan cukup beristirahat, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, serta menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan kelelahan berlebihan.
Tak kalah penting, Kemenhaj kembali mengingatkan agar air zamzam tidak dimasukkan ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Air zamzam akan dibagikan kepada jemaah setelah tiba di Indonesia sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Menurut Maria, kepatuhan terhadap ketentuan tersebut akan membantu memperlancar proses pemeriksaan keamanan penerbangan, menghindari pembongkaran bagasi, sekaligus mempercepat proses keberangkatan di bandara.
Di penghujung pesannya, Kemenhaj mengajak seluruh jemaah untuk terus menjaga semangat kebersamaan yang telah terbangun selama menjalankan ibadah haji, terutama dengan membantu jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan mereka yang membutuhkan pendampingan selama perjalanan pulang.
Sebab pada akhirnya, kemabruran haji tidak hanya tercermin dari keberhasilan menuntaskan rangkaian ibadah di Tanah Suci, tetapi juga dari bagaimana nilai-nilai persaudaraan, kepedulian, dan kebaikan terus hidup setelah kembali ke tengah keluarga, masyarakat, dan bangsa.(***)/one



























