Palembang

Di Tengah Era Digital, Keterampilan Menjahit Masih Dibutuhkan

×

Di Tengah Era Digital, Keterampilan Menjahit Masih Dibutuhkan

Sebarkan artikel ini
BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Keterampilan menjahit masih menjadi salah satu kemampuan yang relevan dan dibutuhkan di era digital. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang mengubah banyak jenis pekerjaan, keterampilan menjahit tetap memiliki nilai ekonomi karena dapat membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja mandiri, dan membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

Tidak sedikit pekerjaan yang kini mulai bergantung pada otomatisasi dan teknologi digital. Namun, menjahit menjadi salah satu keterampilan yang hingga saat ini masih membutuhkan sentuhan kreativitas dan ketelitian manusia. Mulai dari jasa permak pakaian, pembuatan seragam, busana muslim, hingga berbagai produk kerajinan berbahan kain, semuanya tetap memiliki pasar yang menjanjikan.

Karena itu, penguatan keterampilan menjahit terus didorong melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya dilakukan Pemerintah Kota Palembang bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kota Palembang melalui pelatihan menjahit intensif yang diikuti ratusan peserta dari berbagai kecamatan.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut resmi ditutup di Aula Dinas Pendidikan Kota Palembang, Kamis (11/6/2026).

Selain mendapatkan pembelajaran dasar menjahit, para peserta juga dibekali wawasan mengenai pengembangan usaha dan peluang berwirausaha di bidang fesyen maupun kerajinan.

Materi pelatihan disampaikan  Owner Airathin Fashion and Craft, Mariah Kadarsih. Dalam kesempatan itu, peserta memperoleh pengetahuan tentang bagaimana mengembangkan usaha kreatif dari skala rumahan hingga menjadi usaha yang produktif dan memiliki nilai ekonomi.

Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, mengatakan pelatihan tersebut bukan sekadar mengajarkan kemampuan teknis, melainkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Saya melihat semangat dan keinginan ibu-ibu untuk terus berkembang sangat luar biasa. Pelatihan ini bukan sekadar mengajarkan keterampilan menjahit, tetapi merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta membuka peluang ekonomi baru bagi keluarga,” ujarnya.

Menurut Dewi Sastrani, keterampilan menjahit memiliki nilai strategis karena dapat menjadi bekal untuk membangun usaha secara mandiri. Dengan kemampuan tersebut, masyarakat tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga menghasilkan produk yang bernilai jual.

Ia menilai, peluang usaha di bidang jahit dan fesyen masih terbuka lebar. Kebutuhan masyarakat terhadap pakaian, seragam sekolah, busana kerja, hingga jasa perbaikan pakaian akan selalu ada sehingga dapat menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, panitia memberikan lima unit mesin jahit kepada lima peserta terbaik berdasarkan hasil penilaian tim instruktur. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal untuk mengembangkan kemampuan yang telah diperoleh selama pelatihan.

“Semoga mesin jahit ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, menjadi sarana untuk berkarya, membuka usaha, serta membantu meningkatkan perekonomian keluarga,” katanya.

Dewi Sastrani juga mengingatkan bahwa keberhasilan dalam menguasai keterampilan menjahit tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Kemampuan tersebut perlu terus diasah melalui latihan, inovasi, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar agar dapat berkembang menjadi usaha yang berdaya saing.

Ia turut mengapresiasi dukungan Dinas Pendidikan Kota Palembang yang telah berperan dalam pelaksanaan program tersebut melalui penguatan pendidikan nonformal yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Palembang, TP PKK, dan berbagai pihak terkait, diharapkan semakin banyak masyarakat, khususnya perempuan, yang memiliki keterampilan produktif dan mampu menciptakan peluang usaha sendiri. Di tengah era digital yang terus berkembang, keterampilan menjahit membuktikan bahwa kemampuan berbasis kreativitas dan ketekunan tetap memiliki masa depan yang menjanjikan. (***)/one