FakfakPapua

Gandeng KOICA dan Bappenas, UNICEF Pilih RSUD Fakfak Jadi Rumah Sakit Percontohan Layanan KIA di Papua

×

Gandeng KOICA dan Bappenas, UNICEF Pilih RSUD Fakfak Jadi Rumah Sakit Percontohan Layanan KIA di Papua

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS, ID FAKFAK/UNICEF Papua bersama Pemerintah Indonesia dan Korea International Cooperation Agency (KOICA) menggelar Lokakarya Penajaman Desain Program Penguatan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi di Tanah Papua.

Kegiatan yang berlangsung di Kota Jayapura dari tanggal 18-21 Mei 2026 ini menjadi langkah krusial dalam persiapan peluncuran program EMBRACE Papua (Equity on Maternal and Neonatal Care). Program strategis ini ditargetkan untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi di Tanah Papua pada periode 2025–2029.

​Lokakarya tersebut dibuka secara resmi oleh Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas, Inti Wikanestri. Dalam sambutannya, Inti menjelaskan bahwa program EMBRACE Papua memiliki tiga fokus utama yang saling berintegrasi penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam pelayanan ibu dan anak, penguatan sistem kesehatan daerah, dan pemberdayaan masyarakat dalam perawatan ibu dan bayi serta perubahan perilaku dalam mencari layanan kesehatan yang layak.

​Dalam momentum yang sama, Perwakilan UNICEF di Papua Barat, dr. Ahmad Naki, memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Fakfak. UNICEF secara resmi memilih RSUD Fakfak sebagai daerah percontohan (pilot project) utama dalam modifikasi layanan kesehatan ibu dan anak.

​Menurut dr. Ahmad Naki, komitmen politik dan kebijakan lokal menjadi alasan kuat di balik penunjukan ini. Pemerintah melihat dukungan penuh dari Bupati beserta seluruh perangkat daerah di Fakfak sangat berpihak pada peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak.

​”Mengapa RSUD Fakfak kita pilih sebagai percontohan penanganan kegawatdaruratan ibu dan anak? Dalam struktur pelayanan, kita tidak hanya melihat di level kabupaten, tetapi juga RSUD Provinsi yang akan ditunjuk sebagai rujukan lanjutan untuk kegawatdaruratan medis yang lebih kompleks, misalnya ke RSUD Makassar atau rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap,” ujar dr. Ahmad Naki.

​Secara geografis, Kabupaten Fakfak dinilai sangat strategis karena mampu merepresentasikan karakteristik wilayah pesisir sekaligus pegunungan secara dominan di Tanah Papua. Selain itu, RSUD Fakfak memegang peran vital sebagai pusat peningkatan kualitas dan kapabilitas bagi para tenaga kesehatan di wilayah tersebut.

​Sebagai stimulan awal, UNICEF berkomitmen memberikan dukungan penuh dalam hal pembiayaan akomodasi dan pelatihan penanganan medis. Stimulus atau trigger awal ini diharapkan dapat memicu kesiapan sistem, yang nantinya akan dilanjutkan dan didukung secara mandiri serta berkelanjutan oleh Pemerintah Daerah setempat melalui APBD.

​Melalui sinergi kuat antara pemerintah pusat melalui Bappenas, mitra internasional seperti KOICA dan UNICEF, serta komitmen tinggi pemerintah daerah, program EMBRACE Papua diharapkan mampu membawa perubahan signifikan demi masa depan ibu dan anak yang lebih sehat di Tanah Papua, (IB).