FakfakPapua

Menuju Puncak 132 Tahun Misi Katolik Papua, Polres Fakfak Serukan Semangat “Satu Tungku Tiga Batu”

×

Menuju Puncak 132 Tahun Misi Katolik Papua, Polres Fakfak Serukan Semangat “Satu Tungku Tiga Batu”

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS, ID FAKFAK/Menjelang puncak perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua yang berpusat di Kabupaten Fakfak, Kepolisian Resor (Polres) Fakfak memperketat pengamanan. Melalui langkah preemtif, polisi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusif, Rabu (20/05/2026).

​Kapolres Fakfak, AKBP Hendriyana, S.E, M.H, mengimbau masyarakat untuk menjadikan momen bersejarah ini sebagai refleksi persaudaraan dengan menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.

​”Perayaan ini merupakan momentum persaudaraan dan kebersamaan seluruh masyarakat Papua. Oleh karena itu, mari kita sukseskan bersama dengan menjaga keamanan, ketertiban, dan semangat toleransi,” ujar AKBP Hendriyana dalam keterangannya.

​Dalam imbauan resminya, Kapolres menekankan pentingnya merawat nilai budaya luhur Fakfak, yaitu Satu Tungku Tiga Batu”, yang selama ini menjadi simbol abadi persatuan dan keharmonisan lintas iman di wilayah tersebut.

​Selain menjaga kerukunan, Polres Fakfak juga mengajak masyarakat agar mematuhi himbauan-himbauan demi kelancaran acara maka masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh isu hoaks, ujaran kebencian, atau informasi yang belum jelas kebenarannya, masyarakat harus menghindari konsumsi minuman keras dan tindakan lain yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan, kemudian bagi warga yang melakukan mobilisasi atau penyeberangan laut, diwajibkan mematuhi arahan petugas di lapangan.

​Polres Fakfak menerapkan strategi cooling system melalui tindakan kepolisian terpadu mulai dari preemtif, preventif, hingga penegakan hukum. Ratusan personel gabungan dari TNI, Pemerintah Daerah, tokoh adat, dan tokoh agama dikerahkan untuk bersiaga di berbagai titik krusial.

​Pengamanan ketat akan berpusat di ​jalur arak-arakan dan tempat ibadah. ​Lokasi penyeberangan laut dan dermaga. Pusat pelaksanaan acara utama di Pulau Bonyom.

​Tidak hanya pengamanan terbuka dan tertutup, personel di lapangan juga diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam melayani umat dan masyarakat yang hadir.

​Perayaan berskala besar ini diperkirakan akan menyedot perhatian umat Katolik dari berbagai daerah di dalam maupun luar Papua. Berikut adalah jadwal rangkaian kegiatannya, perayaan akan di mulai pada Kamis 21 Mei 2026, dengan kegiatan arak-arakan pengantaran patung Bunda Maria dari Gereja St. Yosep Fakfak menuju Gereja St. Petrus Torea. Selanjutnya pada Jumat 22 Mei 2026 akan di laksanakan prosesi adat napak tilas atau rakyat rosario dari Kampung Sekru menuju Raduria.

Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk tetap proaktif. Jika menemukan adanya potensi gangguan keamanan atau hal-hal yang mencurigakan, warga dapat segera melaporkannya melalui layanan Call Center 110 yang aktif gratis selama 24 jam, (IB).