BERITAPRESS, ID FAKFAK/Dinas Sosial Kabupaten Fakfak mengambil langkah cepat untuk memastikan distribusi bantuan sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial RI tepat sasaran. Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), tercatat sebanyak 63.033 jiwa atau sekitar 17.407 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Fakfak masuk dalam kategori warga fakir miskin.
Menyikapi angka tersebut, Kepala Dinas Sosial Fakfak, Sadali La Hadalia, menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan pendataan dan verifikasi faktual di lapangan. Langkah ini diambil karena data kependudukan bersifat fluktuatif sehingga diperlukan pengecekan kondisi eksisting warga secara langsung.
Kepala Dinsos Fakfak, Sadali La Hadalia, menjelaskan bahwa verifikasi lapangan ini sangat krusial untuk meminimalisir faktor eror. Kondisi tersebut terjadi ketika ada warga yang secara nyata memenuhi kriteria miskin, namun secara teknis belum terdaftar sebagai penerima bantuan.
”Kami ingin memastikan data yang ada benar-benar akurat di lapangan. Jangan sampai ada warga yang benar-benar membutuhkan justru terlewatkan dalam pendataan teknis,” ujar Sadali saat ditemui di Fakfak, Kamis (30/4/2026).
Dalam proses verifikasi nanti, Dinsos Fakfak akan menerapkan indikator ketat. Sadali mengungkapkan terdapat 14 poin yang dapat menyebabkan seseorang dianggap memiliki desil ekonomi tinggi sehingga tidak lagi berhak menerima Bansos. Beberapa di antaranya, Memiliki tabungan di atas Rp5 juta, kemudian memiliki tanggungan kredit bank, cicilan motor, atau emas di pegadaian, dan emiliki utang di aplikasi pinjaman online.Adanya anggota keluarga yang terlibat judi online, memiliki aset berupa sertifikat tanah, rumah beton lantai keramik, serta memiliki dua motor atau satu mobil, pendapatan di atas UMK atau ada anggota keluarga yang berstatus ASN/PNS, terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan serta memiliki daya listrik tinggi di rumah.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap masyarakat dapat memahami dan patuh terhadap aturan yang berlaku. Keakuratan data ini diharapkan menjadi kunci agar bantuan dari pemerintah pusat dapat dirasakan manfaatnya oleh warga yang benar-benar berada dalam kondisi ekonomi sulit.
”Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses ini agar penyaluran Bansos benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Fakfak,” tutup Sadali, (IB).

























































