BERITAPRESS, ID FAKFAK/Kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat bukan sekadar menjaga keamanan, melainkan juga sebagai penengah yang solutif. Hal ini dibuktikan oleh Babinsa Koramil 1803-03/Fakfak Timur, Serma Petrus Weripang, yang berhasil mendamaikan perselisihan keluarga antara Bapak Elias Yurik dan Bapak Rubisul Yurik di Kampung Kwama, Distrik Fakfak Timur Tengah, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Sabtu (13/06/2026).
Perselisihan yang dipicu oleh perbedaan pendapat tersebut berhasil diselesaikan melalui jalur mediasi di kediaman Bapak Elias Yurik. Mengedepankan kearifan lokal, Serma Petrus Weripang memimpin proses mediasi dengan pendekatan kekeluargaan dan musyawarah adat.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Tokoh Adat Kampung Kalamanuk, Bapak Arnoldus Weripang, serta pihak-pihak yang bertikai, yaitu Bapak Gabriel Yurik, Bapak Rubisul Yurik, dan Bapak Elias Yurik.
Dalam arahannya, Serma Petrus Weripang menekankan pentingnya menahan diri dan menyelesaikan masalah melalui dialog. Ia mengingatkan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah, namun penyelesaian secara bijaksana adalah kunci agar konflik tidak melebar.
”Keharmonisan keluarga adalah fondasi utama bagi terciptanya lingkungan masyarakat yang aman, damai, dan kondusif. Saya mengimbau kepada seluruh warga untuk selalu mengedepankan komunikasi yang baik dan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Serma Petrus.
Suasana mediasi yang berlangsung penuh kekeluargaan membuahkan hasil positif. Kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk saling memaafkan dan menyelesaikan permasalahan secara damai. Kehadiran tokoh adat bersama Babinsa dinilai menjadi faktor penentu dalam mencairkan suasana dan membangun kesepahaman di antara kedua belah pihak.
Keberhasilan mediasi ini mencerminkan komitmen TNI, khususnya Babinsa, dalam merangkul masyarakat. Peran aktif Babinsa di lapangan tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas serta persatuan di tingkat kampung.
Dengan selesainya persoalan ini, diharapkan hubungan kekeluargaan yang sempat renggang dapat kembali harmonis, sehingga tercipta suasana kehidupan bermasyarakat yang sejuk dan damai di Kampung Kwama, (IB).





























































