BERITAPRESS, ID FAKFAK/Kepolisian Resor Fakfak meningkatkan kesiapsiagaan guna menjamin stabilitas keamanan di wilayah hukumnya. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan apel pengecekan personel untuk kegiatan patroli dan razia berskala besar yang dipusatkan di lapangan apel Mako Polres Fakfak pada Kamis malam (30/4/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Plt. Kabag Ops Polres Fakfak Wisran Litiloly yang didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) serta Perwira Pengendali. Langkah ini diambil sebagai respons cepat kepolisian dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang dua momentum penting pada 1 Mei yakni Hari Integrasi Papua ke dalam NKRI dan Hari Buruh Internasional.
Mewakili Kapolres Fakfak AKBP Hendriyana, Plt. Kabag Ops dalam arahannya memberikan instruksi khusus kepada seluruh anggota agar tetap mengedepankan etika profesi. Beliau menekankan bahwa setiap personel wajib bertindak secara profesional serta mengedepankan pola komunikasi yang santun dan humanis saat berinteraksi dengan warga.
”Keselamatan personel adalah prioritas namun cara kita berkomunikasi dengan masyarakat harus tetap santun agar pesan kamtibmas tersampaikan dengan baik” tegas Wisran saat memberikan arahan di hadapan pasukan.
Sebanyak 47 personel kepolisian yang terlibat dalam Surat Perintah Kapolres dibagi ke dalam tiga regu patroli. Setiap regu diarahkan oleh Perwira Pengendali untuk menyisir rute-rute strategis dan titik rawan demi memastikan tidak ada celah bagi pelaku kriminalitas maupun gangguan ketertiban lainnya.
Tidak hanya di pusat kota, penguatan pengamanan ini juga dilakukan secara serentak di tingkat distrik yang dipimpin langsung oleh para Kapolsek di wilayah masing-masing. Langkah masif ini diharapkan mampu menciptakan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Fakfak.
Melalui Humas Polres Fakfak pihak kepolisian mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga kondusivitas lingkungan. Warga diminta untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu provokatif yang dapat memicu gangguan stabilitas keamanan di daerah, (IB).

























































