BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII SMK Negeri 1 Palembang berlangsung lancar dan kondusif hingga hari kedua. Sebanyak 481 siswa mengikuti asesmen tersebut dengan tingkat kehadiran mencapai 100 persen.
Plt Kepala SMKN 1 Palembang, Susi Febrianti, M.Kom., mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan TKA. Ia berharap hasil yang diperoleh para siswa dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN) maupun memasuki dunia kerja.
Menurut Susi, pencapaian nilai TKA yang optimal tidak hanya penting dalam mendukung peningkatan mutu rapor pendidikan sekolah, tetapi juga memiliki manfaat bagi masa depan peserta didik.
“Bagi peserta didik yang berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi negeri (PTN), nilai TKA ini bisa dimanfaatkan, termasuk untuk menembus jalur undangan. Sementara bagi mereka yang memilih untuk langsung bekerja, nilai ini juga sering kali dipakai sebagai standar acuan seleksi di berbagai institusi besar, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” ujar Susi, Selasa (3/11/2026).
Ia mengatakan, seluruh siswa kelas XII yang berjumlah 481 orang mengikuti TKA tanpa ada yang absen karena sakit. Kelancaran tersebut tidak terlepas dari persiapan yang telah dilakukan pihak sekolah, mulai dari penyediaan buku referensi di perpustakaan hingga pelaksanaan simulasi dan gladi bersih.
“Meski sekolah tidak menggelar tryout khusus dan membebaskan siswa untuk mengikutinya secara mandiri di luar, anak-anak sudah terbiasa dengan sistem ujian berkat simulasi tersebut. Sampai saat ini tidak ada keluhan terkait tingkat kesulitan soal maupun waktu pengerjaan,” katanya.
Dari sisi teknis, pelaksanaan TKA di SMKN 1 Palembang menggunakan sistem dalam jaringan (daring) atau online secara penuh. Tim teknisi sekolah memastikan koneksi internet dan jaringan berjalan stabil selama dua hari pelaksanaan.
Dengan kondisi tersebut, proses pengerjaan soal hingga pengiriman jawaban siswa ke server pusat dapat berlangsung tanpa kendala berarti.
Selain memastikan kesiapan teknis, pihak sekolah juga memberikan perhatian khusus terhadap integritas dan transparansi pelaksanaan ujian. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menyusul adanya peringatan dari kementerian terkait potensi kebocoran soal ujian melalui media sosial di sejumlah tempat.
Susi menjelaskan, pengawasan dilakukan secara ketat dengan melibatkan pengawas silang dari luar sekolah. Selain itu, siswa juga diwajibkan mematuhi aturan larangan membawa telepon seluler maupun perangkat elektronik ke ruang ujian.
“Pengawas ruangan kami menggunakan sistem silang dari luar, bukan guru SMKN 1. Selain itu, aturan larangan membawa gawai diterapkan dengan disiplin tinggi. Siswa diperiksa sebelum masuk, seluruh tas wajib diletakkan di depan kelas, dan tidak boleh ada telepon seluler di meja ujian,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Susi berpesan agar seluruh siswa tetap optimistis dan tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita. Ia mengingatkan bahwa hasil TKA bukan satu-satunya penentu masa depan, karena masih tersedia berbagai kesempatan untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Apabila nantinya terdapat siswa yang belum memperoleh nilai sesuai harapan, ia meminta agar mereka tidak berkecil hati dan tetap bersemangat memanfaatkan kesempatan melalui jalur tes mandiri maupun peluang lainnya.
“Kami berharap hasil TKA ini bisa memberikan manfaat bagi masa depan anak-anak, baik yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri maupun yang akan langsung bekerja,” tutup Susi. (MR)
























