Matangkan Persiapan TKA, 315 Siswa Ikuti Ujian dalam Dua Gelombang
BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | SMA Negeri 16 Palembang terus mematangkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII. Berbagai persiapan dilakukan, mulai dari tryout rutin, pembekalan materi, kesiapan fasilitas komputer hingga memastikan kelancaran pasokan listrik dan jaringan internet.
Kepala SMA Negeri 16 Palembang, H. Herman Sudianto, S.Pd., M.M., mengatakan bahwa sekolah telah melakukan berbagai upaya agar pelaksanaan TKA berjalan lancar dan siswa dapat mengikuti ujian dengan maksimal.
Saat diwawancarai, Senin (2/11/2026), Herman menjelaskan bahwa persiapan akademik dilakukan melalui tryout rutin setiap minggu. Selain itu, siswa juga mendapatkan pembekalan dari guru mata pelajaran sesuai pilihan masing-masing.
“Selain tryout rutin setiap minggu, siswa juga mendapatkan pembekalan dari guru mata pelajaran masing-masing. Misalnya, siswa yang memilih mata pelajaran Kimia mengikuti pembelajaran bersama guru Kimia. Begitu juga dengan mata pelajaran pilihan lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, untuk mata pelajaran umum seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, pembelajaran telah diberikan dalam kegiatan belajar sehari-hari dan dikaitkan dengan materi TKA. Dengan demikian, sekolah tidak memberikan tambahan pembelajaran khusus di luar kegiatan tersebut.
Ia menambahkan, dalam pelaksanaan TKA juga terdapat survei karakter dan survei lingkungan belajar. Karena itu, hasil kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik siswa, tetapi juga menjadi bagian dari evaluasi pendidikan di sekolah.
Pihak sekolah juga memberikan motivasi dan arahan kepada siswa sebelum memasuki ruang ujian agar mereka lebih serius, fokus, dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan soal.
Menurut Herman, pelaksanaan TKA tahun ini memiliki perbedaan dibandingkan pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) sebelumnya. Jika sebelumnya AN menggunakan sampel siswa kelas XI, tahun ini siswa kelas XII mengikuti TKA sekaligus AN.
Adapun pembagian pelaksanaannya, pada hari pertama siswa mengerjakan mata pelajaran Bahasa Indonesia, sementara sekolah mengikuti survei karakter. Hari kedua siswa mengerjakan Bahasa Inggris dan sekolah mengikuti survei lingkungan belajar. Selanjutnya, pada hari ketiga siswa mengerjakan Matematika, sedangkan sekolah mengikuti asesmen numerasi.
Terkait pengawasan, SMA Negeri 16 Palembang menerapkan sistem silang dengan SMA Negeri 14 Palembang. Guru dari SMA Negeri 16 bertugas mengawasi pelaksanaan ujian di SMA Negeri 14, sementara pengawas dari SMA Negeri 14 bertugas di SMA Negeri 16 Palembang.
Dari sisi fasilitas, Herman memastikan jumlah komputer yang tersedia masih mencukupi untuk mendukung pelaksanaan TKA. Dengan jumlah peserta sebanyak 315 siswa, pelaksanaan ujian dibagi menjadi dua gelombang dan tiga sesi agar seluruh peserta dapat mengikuti ujian secara bergantian.
“Untuk fasilitas komputer, sejauh ini jumlahnya mencukupi. Namun, pelaksanaan memang harus dibagi menjadi beberapa gelombang dan sesi, tidak bisa dilakukan sekaligus. Dengan jumlah 315 siswa, fasilitas komputer yang tersedia masih mencukupi untuk pelaksanaan dua gelombang dan tiga sesi,” jelasnya.
Selain fasilitas komputer, sekolah juga memberikan perhatian terhadap ketersediaan pasokan listrik dan jaringan internet. Menurut Herman, pihak sekolah telah menyampaikan surat kepada PLN serta membuat nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gangguan listrik.
“Sejauh ini, selama pelaksanaan TKA, tidak terjadi pemadaman listrik,” katanya.
Begitu juga dengan jaringan internet, pihak sekolah telah melakukan antisipasi melalui kerja sama layanan internet sehingga koneksi selama pelaksanaan TKA berjalan aman dan lancar.
Meski demikian, Herman mengingatkan bahwa kemungkinan gangguan akibat kondisi alam tetap perlu diantisipasi, terutama apabila terjadi gangguan listrik dalam skala besar.
Lebih lanjut, ia berharap hasil TKA dapat memberikan manfaat bagi masa depan siswa, khususnya dalam membuka peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Kami berharap anak-anak bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan lebih mudah, memanfaatkan hasil ini untuk masuk melalui jalur SNBP, jalur mandiri, maupun melanjutkan ke sekolah kedinasan dan jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Herman juga berharap pelaksanaan TKA dapat menjadi salah satu tolok ukur peningkatan prestasi dan kualitas pendidikan di SMA Negeri 16 Palembang.
Menurutnya, prestasi sekolah tidak hanya diukur dari jumlah piala maupun penghargaan yang diraih, tetapi juga dari pengakuan serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diberikan.
“Harapannya, masyarakat semakin percaya dan mengatakan, kalau begitu tahun depan anaknya sekolah di SMA Negeri 16 Palembang karena nilai TKA-nya bagus dan banyak siswanya yang mendapatkan kesempatan melalui jalur SNBP,” tutup Herman.
Dengan berbagai persiapan tersebut, SMA Negeri 16 Palembang berharap pelaksanaan TKA berjalan lancar dan mampu memberikan hasil terbaik bagi seluruh siswa. (MR)
























