BERITAPRESS.ID, PAGARALAM | Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pagaralam terus memperkuat koordinasi dan silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat serta organisasi kemasyarakatan (ormas), baik di tingkat daerah maupun lintas kabupaten/kota.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran jajaran PCNU Pagaralam dalam kegiatan Tabligh Akbar dan Istighosah Kubro dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional sekaligus Pengukuhan Pengurus PCNU Kabupaten Lahat masa khidmat 2026–2031.
Kegiatan yang diselenggarakan PCNU Kabupaten Lahat bersama Pemerintah Kabupaten Lahat ini menghadirkan Rais Syuriyah PBNU, Dr. (HC) KH Zulfa Musthofa, yang juga merupakan cicit Syekh Nawawi Al-Bantani, sebagai penceramah sekaligus mengukuhkan kepengurusan PCNU Kabupaten Lahat.
Mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi Menjadi Keutuhan Negeri dan Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat syiar Islam yang moderat (washathiyah) sekaligus menjaga tradisi dan nilai-nilai keislaman.
Dalam kegiatan tersebut, PCNU Pagaralam dihadiri Rais Syuriyah KH Masrur Aminullah, Sekretaris Ustaz Ibnu Hamzah, Wakil Ketua Ustaz Mujiono, serta LPBHU Sahabat Humsy Pasmah.
Bupati Lahat, H. Bursah Sarnubi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Nahdlatul Ulama merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan Islam yang memiliki jasa besar dalam perjuangan mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia melalui Resolusi Jihad yang dimaklumatkan pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Lahat, khususnya warga Nahdliyin, untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan. Ia mengingatkan kembali ajaran para pendiri NU bahwa perjuangan membela negara merupakan kewajiban yang harus dijalankan.
Kepada pengurus PCNU Kabupaten Lahat yang baru dikukuhkan, Bursah berharap agar dapat bersama-sama menjaga umat dan berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan visi pembangunan “Menata Kota Membangun Desa”.
Sementara itu, KH Zulfa Musthofa dalam tausiyahnya mengajak seluruh pengurus PCNU Kabupaten Lahat menjadikan Nahdlatul Ulama sebagai wadah pengabdian atau perkhidmatan, baik untuk kepentingan dunia maupun akhirat.
Ia menegaskan, NU senantiasa mengedepankan tiga pilar utama dalam menjalankan perkhidmatannya, yakni:
- Himayatuddin, menjaga dan mempertahankan kemurnian ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
- Himayatul Ummah, membimbing dan melindungi umat agar tetap berada dalam tuntunan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.
- Himayatud Daulah, turut menjaga keutuhan bangsa dan negara serta kerukunan sosial di daerah masing-masing.
Selain itu, dijelaskan pula pembagian tugas pokok dalam struktur organisasi Nahdlatul Ulama. Syuriyah merupakan pemegang kebijakan tertinggi yang bertugas melakukan pembinaan dan pengawasan. Sementara Tanfidziyah menjadi pelaksana harian yang memimpin, mengatur, dan mengoordinasikan pelaksanaan program kerja hasil konferensi cabang serta kebijakan pengurus di atasnya, yakni PWNU dan PBNU.
Kehadiran jajaran PCNU Pagaralam dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menambah wawasan serta memperkuat semangat pengabdian dalam menjalankan perkhidmatan kepada umat, bangsa, dan Nahdlatul Ulama berdasarkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah. (LTN-NU/09)

























