Pagaralam

Ludi Oliansyah Siapkan 50 Hektare Lahan, Pagaralam Bidik Jadi Sentra Bawang Putih Sumsel

×

Ludi Oliansyah Siapkan 50 Hektare Lahan, Pagaralam Bidik Jadi Sentra Bawang Putih Sumsel

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS.ID, PAGARALAM | Pemerintah Kota Pagaralam mempercepat pengembangan komoditas bawang putih sebagai salah satu unggulan pertanian daerah. Setelah mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat, Wali Kota Pagaralam H. Ludi Oliansyah menyiapkan perluasan lahan tanam dari 10 hektare menjadi 50 hektare serta menyalurkan 1,2 ton benih bawang putih beserta sarana produksi pertanian kepada sejumlah kelompok tani.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkot Pagaralam dalam mendukung Program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya mewujudkan swasembada pangan nasional melalui pengembangan komoditas bawang putih.

Benih disalurkan kepada kelompok tani yang memiliki lahan di kawasan dengan ketinggian 900 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), yang dinilai sangat cocok untuk budidaya bawang putih.

Wali Kota Pagaralam H. Ludi Oliansyah mengatakan, meski program ini baru dimulai, pemerintah daerah telah bergerak cepat menyiapkan lahan sehingga pelaksanaannya dapat segera berjalan.

“Kami sudah menyiapkan lahan untuk pengembangan bawang putih. Ini menjadi bukti kesiapan Kota Pagaralam mendukung program pemerintah pusat sekaligus membuka peluang besar mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih,” kata Ludi, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, kebutuhan bawang putih nasional mencapai sekitar 700 ribu ton per tahun, sementara sekitar 80 persen masih dipenuhi melalui impor. Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi daerah yang memiliki potensi pertanian seperti Pagaralam.

“Pagaralam memiliki lahan pertanian yang luas serta aset lahan yang masih bisa dikembangkan. Ini menjadi modal besar untuk meningkatkan produksi bawang putih,” ujarnya.

Ludi optimistis, apabila pengembangan bawang putih dilakukan secara serius dan berkelanjutan, komoditas tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memenuhi kebutuhan pasar di Sumatera Selatan bahkan provinsi tetangga.

“Bawang putih memiliki nilai ekonomi tinggi dan dibutuhkan setiap hari. Saya mengajak seluruh kelompok tani memanfaatkan bantuan ini dengan sungguh-sungguh. Pemerintah akan terus memberikan pendampingan agar program ini berhasil,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar benih bantuan dari pemerintah tidak diperjualbelikan, melainkan dimanfaatkan sepenuhnya untuk budidaya.

“Jangan menjual benih yang diberikan pemerintah. Gunakan untuk pengembangan pertanaman. Jika program ini berhasil, tentu akan terus kita kembangkan. Bahkan kami berharap suatu saat Presiden dapat melihat langsung keberhasilan pengembangan bawang putih di Kota Pagaralam,” tambahnya.

Wakil Ketua II DPRD Kota Pagaralam, H. Syahrol Efendi yang akrab disapa H. Kalok, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, bawang putih merupakan komoditas strategis dengan prospek ekonomi yang sangat menjanjikan.

“Bawang putih adalah tanaman bernilai tinggi. Kebutuhannya besar dan harga jualnya relatif stabil. Kami berharap bantuan ini mampu meningkatkan produksi sekaligus kesejahteraan petani,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Pagaralam Sutriani, MM, didampingi Kepala Bidang Pertanian Diky Herlambang, menegaskan pihaknya akan mengawal program mulai dari penanaman hingga masa panen agar hasilnya optimal.

Melalui sinergi Pemerintah Kota Pagaralam dengan Kementerian Pertanian RI, pengembangan bawang putih diharapkan mampu menjadikan Pagaralam sebagai salah satu sentra produksi bawang putih di Sumatera Selatan sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Laporan: (09/PA)