BERITAPRESS.ID, PAGARALAM | Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pagaralam menyampaikan pandangan keagamaan terkait LGBT. Sikap tersebut disampaikan melalui Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Kota Pagaralam, Senin (10/8/2026).
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Pagaralam K.H. Dr. Deni Priansyah, S.Ag., M.Pd.I., melalui Ketua LTN-NU Kota Pagaralam Ustaz Faisal Ismail, menyatakan bahwa dalam perspektif keagamaan Islam, perilaku homoseksual dan sodomi dinilai haram.
Menurutnya, dalam pandangan agama Islam, penyaluran hasrat seksual dibenarkan melalui pernikahan yang sah antara laki-laki dan perempuan.
Ia juga merujuk pada kisah kaum Nabi Luth sebagai landasan pandangan keagamaan terhadap perilaku homoseksual dan sodomi.
“Dalil agama jelas dan tegas, perilaku homoseksual atau sodomi dianalogikan seperti perbuatan kaum Nabi Luth yang dikecam keras dalam nash agama karena menyalahi penciptaan dan tujuan manusia,” ujarnya.
Faisal juga menyampaikan sikap LTN-NU Pagaralam yang menolak kampanye LGBT serta meminta pemerintah dan DPR mempertimbangkan regulasi terkait persoalan tersebut.
“LTN-NU Pagaralam dengan tegas menolak kampanye dan mendesak Pemerintah dan DPR agar merumuskan payung hukum yang memberikan sanksi pidana bagi pelaku LGBT dimanapun berada,” tegasnya.
Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan NU Kota Pagaralam juga meminta Pemerintah Kota Pagaralam mengevaluasi keterlibatan peserta LGBT dalam rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini maupun kegiatan selanjutnya.
Ketua MUI Kota Pagaralam Supian Hadi mengatakan, pihaknya meminta agar kegiatan yang melibatkan peserta LGBT tidak lagi difasilitasi apabila dinilai bertentangan dengan nilai agama, budaya dan akhlak yang dianut masyarakat setempat.
“LGBT agar tidak ada lagi kegiatan yang menampilkan peserta LGBT karena dinilai bertentangan dengan nilai agama, budaya dan akhlak,” kata Supian Hadi. (09/PA)

























