BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintah membuahkan hasil gemilang bagi kontingen Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Meski hanya mengirimkan enam atlet Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) ke ajang Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kontingen Sumsel sukses memborong 10 medali.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Sumsel, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan, keberhasilan ini tidak lepas dari ekosistem pendidikan inklusif serta dukungan luar biasa dari seluruh pemangku kepentingan.
“Alhamdulillah hari ini anak-anak sudah kembali dari NTT mengikuti Pesonas. Kita masuk 10 besar nasional dengan jumlah atlet yang sangat terbatas. Dari 8 cabang olahraga, kita hanya mengikuti 4 cabang dan semuanya mendapatkan medali. Prestasi ini tercipta karena adanya dukungan penuh dari pihak sekolah, Dinas Pendidikan, provinsi kita tercinta, dan para stakeholder yang peduli dengan pendidikan,” ungkap Mondyaboni.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan Sumsel terus berupaya memastikan kesetaraan fasilitas dan pembinaan bagi seluruh peserta didik. Berbagai kegiatan apresiasi dan pengembangan bakat di tingkat SMA maupun SMK, baik di bidang seni, olahraga, maupun akademik, juga diselenggarakan secara setara bagi siswa Sekolah Luar Biasa (SLB).
“Kepada seluruh orang tua, kita patut berbangga memiliki amanah dari Allah SWT berupa anak-anak istimewa yang harus kita jaga bersama. Harapannya, anak-anak tidak berpuas diri, terus berlatih, dan mudah-mudahan ke depan ada perwakilan dari Sumsel untuk mengikuti kejuaraan di tingkat dunia,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Special Olympics Indonesia (SOIna) Provinsi Sumsel yang juga bertindak sebagai pelatih, Sarjana, S.Pd., mengaku bangga atas perjuangan anak-anak asuhnya. Enam atlet Sumsel berhasil meraih total 10 medali, terdiri atas tiga medali emas, tiga medali perak, dan empat medali perunggu.
Berdasarkan laporan prestasi, berikut rincian atlet SOIna Sumsel yang berhasil mengharumkan nama daerah pada ajang Pesonas II di NTT:
1. Muh. Yusup (renang) meraih dua medali emas dan satu medali perunggu.
2. Marrcel (renang) meraih satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu.
3. Reka Okta Pratama (bocce) meraih satu medali perak.
4. Safira (bocce) meraih satu medali perunggu.
5. Andre Risky Asravin (tenis meja) meraih satu medali perak.
6. Akbar Insani (atletik) meraih satu medali perunggu.
“Kekuatan kita kali ini hanya enam atlet karena lokasi di NTT cukup jauh. Ini sangat menantang karena lawan kita dari provinsi lainnya ada yang mengirimkan 200 hingga 300 atlet. Namun, berkat dukungan dari Bapak Gubernur, Wakil Gubernur, Bank SumselBabel, Ibu Kadisdik, hingga pihak sekolah, enam anak kita bisa menghasilkan prestasi yang luar biasa,” jelas Sarjana.
Pria yang telah mendedikasikan diri membina anak-anak dengan disabilitas intelektual sejak 1995 ini menjelaskan bahwa mendidik dan melatih ABK membutuhkan pendekatan khusus yang dilandasi keikhlasan.
“Tantangan terbesarnya adalah kesabaran. Metode pelatihannya kita harus seperti orang tua sendiri yang penuh kasih sayang. Khusus untuk anak Down Syndrome seperti atlet kita Reka dan Safira di cabang Bocce, itu pendekatannya harus ekstra. Kalau dari hati, tidak ada kata menyerah,” tegas Sarjana.
Berbekal keberhasilan di tingkat nasional tersebut, jajaran pelatih SOIna Sumsel berharap dukungan terhadap pembinaan atlet disabilitas terus berlanjut. Dengan demikian, para atlet dan pelatih daerah memiliki kesempatan untuk menembus ajang internasional bergengsi, Special Olympics World Games, yang dijadwalkan berlangsung pada 2027 mendatang. (MR)























