BERITAPERSS.ID, OKU SELATAN — Pemerintah Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, mulai mematangkan arah pembangunan desa untuk tahun 2027 melalui Musyawarah Desa (Musdes), Kamis (10/9/2026).
Forum tersebut menjadi ruang strategis bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk menyepakati berbagai kebutuhan yang akan menjadi bahan penyusunan prioritas pembangunan.
Aspirasi warga menjadi salah satu pijakan utama dalam menentukan program yang dinilai paling mendesak, bermanfaat, dan sesuai dengan kondisi desa.
Musdes dihadiri Sekretaris Kecamatan Muaradua Roni Setiabudi, S.H., yang mewakili Camat Muaradua Reza Pahlevi, S.Pd., M.M., Kasi PMD, pendamping desa, jajaran staf Kecamatan Muaradua, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, serta unsur masyarakat Desa Pelangki.
Kepala Desa Pelangki Toni Alexsander menegaskan, pemerintah desa berkomitmen menjadikan kebutuhan masyarakat sebagai dasar dalam menentukan arah pembangunan.
“Musdes ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan usulan secara langsung. Kami akan menyusun skala prioritas berdasarkan kebutuhan yang paling mendesak dan kemampuan anggaran desa,” ujar Toni.
Ia menjelaskan, tidak seluruh usulan dapat direalisasikan sekaligus. Karena itu, pemerintah desa akan melakukan pemetaan dan penyusunan skala prioritas dengan mempertimbangkan tingkat urgensi, manfaat bagi masyarakat, serta kemampuan keuangan desa.
Hasil Musdes selanjutnya akan menjadi salah satu bahan dalam penyusunan program pembangunan Desa Pelangki tahun 2027.
“ Harapannya, hasil Musdes ini tidak berhenti sebagai daftar usulan, tetapi benar-benar menjadi dasar penyusunan program yang transparan, realistis, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Roni Setiabudi yang mewakiki Camat Muaradua Reza Pahlevi meminta pemerintah desa memastikan setiap rencana pembangunan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, proses perencanaan tidak hanya membutuhkan daftar usulan, tetapi juga kemampuan menentukan mana kebutuhan yang harus didahulukan berdasarkan urgensi dan manfaatnya.
“Rencana pembangunan harus melihat kebutuhan nyata masyarakat, tingkat urgensi, dan manfaatnya. Karena itu, Musdes harus menghasilkan prioritas yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Roni.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, pendamping desa, dan pemerintah kecamatan agar seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai ketentuan.
” Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan program yang nantinya ditetapkan tidak hanya sesuai dengan aspirasi masyarakat, tetapi juga dapat dilaksanakan secara efektif dan tepat sasaran, ” tegasnya.
Dalam Musdes tersebut, masyarakat turut menyampaikan berbagai aspirasi yang diharapkan dapat masuk dalam daftar prioritas pembangunan Desa Pelangki tahun 2027.
Warga berharap pemerintah desa dapat menindaklanjuti usulan yang telah disampaikan dengan mempertimbangkan skala kebutuhan serta kemampuan anggaran yang tersedia.
“Yang kami harapkan, apa yang sudah disampaikan dalam musyawarah benar-benar menjadi perhatian dan dapat direalisasikan secara bertahap sesuai prioritas,” ungkap salah seorang warga.
Musdes Desa Pelangki bukan sekadar agenda rutin tahunan. Forum tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesepahaman antara pemerintah desa dan masyarakat mengenai arah pembangunan ke depan.
Melalui perencanaan yang partisipatif dan berbasis kebutuhan, pemerintah desa diharapkan mampu menghasilkan program pembangunan yang lebih terukur, transparan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Aspirasi yang dihimpun dalam Musdes pun diharapkan tidak berhenti sebagai catatan administratif, tetapi benar-benar menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan Desa Pelangki pada 2027 sesuai prioritas dan kemampuan anggaran desa.(SR)


















