BERITAPRESS.ID, MUARA ENIM | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Serasan (UNSAN) Kelompok 3 Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, menghadirkan inovasi pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai bahan campuran pembuatan paving block ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.
Program tersebut menjadi salah satu kegiatan utama KKN UNSAN Kelompok 3 dalam mendorong pemanfaatan material sisa sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal masyarakat desa.
Sosialisasi pemanfaatan FABA tersebut digelar pada Rabu (2/9/2026) pukul 08.30 WIB di Balai Kecamatan Lawang Kidul. Kegiatan diikuti unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BPD, BUMD, perangkat desa, mahasiswa KKN, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Hadir mewakili Camat Lawang Kidul, Yudha Pratama, S.STP., M.M. Turut hadir Kepala Desa Keban Agung Fajrol Bahri, S.M., NLp., Ketua BPD Keban Agung, Sekretaris Desa Keban Agung, Direktur BUMD Keban Agung, para kepala dusun Desa Keban Agung, serta mahasiswa KKN UNSAN Kelompok 3.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menghadirkan tiga narasumber dari Universitas Serasan, yakni Rika Septiana, S.T., M.Sc., Nasution, S.T., M.T., dan Win Insani, S.T., M.T.
Para narasumber memberikan pemahaman kepada peserta mengenai FABA, potensi pemanfaatannya, serta peluang pengembangannya sebagai bahan campuran dalam pembuatan paving block.
Dari Material Sisa Menjadi Produk Bernilai
FABA merupakan material sisa yang berasal dari proses pembakaran batu bara. Dengan pengelolaan yang tepat serta memenuhi ketentuan teknis yang berlaku, material tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk sebagai bahan campuran produk konstruksi seperti paving block.
Pemanfaatan tersebut menjadi perhatian dalam program KKN UNSAN Kelompok 3 karena tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan material sisa, tetapi juga berpotensi menghasilkan produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.
Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diperkenalkan pada gagasan bahwa material sisa dapat dimanfaatkan menjadi produk yang lebih bernilai apabila dikelola melalui proses dan standar yang tepat.
Dengan demikian, pemanfaatan FABA diharapkan tidak hanya mendukung upaya menjaga lingkungan, tetapi juga dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan usaha masyarakat.
Pemerintah Kecamatan dan Desa Sambut Positif
Mewakili Camat Lawang Kidul, Yudha Pratama, S.STP., M.M., menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN UNSAN tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini penting karena memberikan ilmu dan wawasan baru kepada masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada teori, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang memberikan manfaat nyata.
“Kegiatan ini sangat penting karena menjadi ilmu dan wawasan baru yang bisa kita serap. Mudah-mudahan apa yang disampaikan dapat diterapkan di lingkungan dan ke depannya bisa menjadi peluang usaha bagi masyarakat,” ujar Yudha dalam sambutannya.
Sementara itu, Kepala Desa Keban Agung Fajrol Bahri, S.M., NLp., turut memberikan apresiasi terhadap program yang dibawa mahasiswa KKN UNSAN.
Ia menilai inovasi pemanfaatan FABA menjadi paving block memiliki potensi untuk dikembangkan karena menggabungkan aspek kepedulian terhadap lingkungan dengan peluang ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa KKN diharapkan tidak hanya hadir untuk menjalankan kegiatan akademik, tetapi juga mampu memberikan gagasan yang meninggalkan manfaat bagi masyarakat setelah program KKN berakhir.
Dorong Program yang Berkelanjutan
Program pemanfaatan FABA menjadi paving block menjadi salah satu bentuk nyata KKN UNSAN Kelompok 3 dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa dalam menciptakan inovasi berbasis potensi lokal.
Ke depan, sosialisasi diharapkan dapat dilanjutkan dengan kegiatan yang lebih aplikatif, seperti pengenalan proses pembuatan, pengujian kualitas, serta kajian kelayakan usaha.
Langkah tersebut penting agar masyarakat tidak hanya memahami manfaat FABA dari sisi lingkungan, tetapi juga mengetahui aspek teknis, kualitas produk, keamanan, serta potensi ekonominya.
Melalui program ini, KKN UNSAN Kelompok 3 berharap Desa Keban Agung dapat terus mengembangkan potensi lokal dan melahirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dari ilmu menjadi inovasi, dari inovasi menjadi peluang, dan dari peluang menjadi manfaat bagi masyarakat.
Laporan : Andes





























