BERITAPRESS. ID, FAKFAK|Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua yang dipusatkan di Kabupaten Fakfak pada 8 Agustus 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan antarumat beragama.
Menyambut peringatan bersejarah tersebut, Ketua Tim Pastoral Wilayah (TPW) Fakfak, RD. Alex Fabianus, Pr., mengajak seluruh umat Katolik di Kabupaten Fakfak untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan sebagai wujud persaudaraan yang telah lama tumbuh di Tanah Papua.
Ajakan tersebut disampaikan Pastor Alex Fabianus dalam keterangan pers di Gereja Katolik Paroki Santo Yosep Fakfak pada Jumat, (7/8 2026).
Menurut Pastor Alex, Kabupaten Fakfak selama ini dikenal sebagai daerah yang menjadi teladan dalam kehidupan toleransi. Perbedaan agama, suku, budaya, dan adat tidak menjadi penghalang untuk hidup berdampingan, saling menghormati, dan bekerja sama membangun daerah.
“Sebagai umat Katolik, kita dipanggil menjadi pembawa damai. Dukungan terhadap peringatan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah sekaligus komitmen untuk terus menjaga persaudaraan yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita,” ujar Pastor Alex.
Ia menegaskan bahwa Gereja Katolik senantiasa mengajarkan kasih, penghormatan terhadap martabat manusia, serta pentingnya membangun dialog dan kerja sama dengan semua orang tanpa memandang latar belakang agama maupun suku. Nilai-nilai tersebut selaras dengan kehidupan masyarakat Fakfak yang selama ini hidup dalam suasana damai dan penuh persaudaraan.
Pastor Alex mengingatkan bahwa toleransi tidak cukup diwujudkan dalam simbol atau seremoni semata, tetapi harus hadir dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghargai, saling membantu, menjaga tutur kata, menghormati perbedaan keyakinan, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Menurutnya, semangat toleransi yang hidup di Fakfak merupakan warisan sosial yang sangat berharga. Tidak sedikit keluarga yang memiliki anggota dengan agama berbeda, namun tetap hidup dalam kasih, saling mengunjungi pada hari-hari besar keagamaan, bergotong royong membangun kampung, serta bekerja sama dalam berbagai kegiatan sosial. Nilai-nilai tersebut perlu terus diwariskan kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Pastor Alex kembali mengimbau seluruh umat Katolik agar berpartisipasi menjaga suasana yang aman dan kondusif selama berlangsungnya peringatan.
“Kepada seluruh umat Katolik di Kabupaten Fakfak, saya mengimbau agar kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Mari kita terus bergotong royong serta mendukung peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua sebagai wujud kebersamaan dan toleransi yang telah lama menjadi nilai hidup masyarakat Fakfak,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa peringatan tersebut hendaknya menjadi kesempatan untuk semakin mempererat tali persaudaraan.
“Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua hendaknya menjadi momentum untuk semakin mempererat tali persaudaraan. Mari kita hadir bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai saudara yang ikut menjaga suasana tetap aman, damai, dan penuh sukacita,” katanya.
Lebih lanjut, Pastor Alex mengajak umat Katolik untuk terus menjadi teladan dalam membangun kehidupan yang harmonis melalui tindakan nyata. Kehadiran Gereja, katanya, tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan rohani, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam membangun masyarakat yang damai, adil, dan saling menghormati.
Ia berharap seluruh umat Katolik mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing, serta menghindari segala bentuk tindakan maupun penyebaran informasi yang dapat memecah persatuan.
Menurut Pastor Alex, sejarah panjang perjalanan agama-agama di Papua merupakan bagian dari kekayaan budaya dan identitas masyarakat yang patut dihormati bersama. Menghargai sejarah tidak berarti mengurangi identitas iman masing-masing, melainkan menunjukkan kedewasaan dalam hidup berdampingan sebagai sesama anak bangsa yang memiliki tujuan bersama, yakni mewujudkan Papua yang damai dan sejahtera.
Semangat tersebut sejalan dengan ajaran Gereja Katolik yang mendorong umat membangun persaudaraan universal, memperjuangkan perdamaian, serta bekerja sama dengan semua pihak demi kebaikan bersama. Oleh karena itu, dukungan terhadap peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua merupakan salah satu wujud nyata panggilan Gereja untuk menjadi pembawa damai di tengah masyarakat.
Menutup pesannya, Pastor Alex mengajak seluruh masyarakat Fakfak untuk terus merawat warisan toleransi yang telah diwariskan para leluhur.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai kesempatan memperkuat persaudaraan. Semoga seluruh rangkaian peringatan berlangsung dengan aman, lancar, penuh sukacita, dan semakin mempererat hubungan antarumat beragama. Fakfak harus terus menjadi teladan bagi Papua bahkan Indonesia sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi, persatuan, dan semangat hidup sebagai satu keluarga,” tutup Pastor Alex Fabianus. (IB).





























