Palembang

Warga Proklim Sungai Jawi Diajari Sulap Sampah Jadi Produk Bernilai Jual

×

Warga Proklim Sungai Jawi Diajari Sulap Sampah Jadi Produk Bernilai Jual

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya terus dilakukan melalui pelatihan pengolahan sampah rumah tangga yang digelar bagi warga di kawasan Proklim Sungai Jawi, Palembang. Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk PT Pegadaian sebagai sponsor.

Pengelolaan sampah PT Pegadaian di Proklim Sungai Jawi melibatkan pelatihan pemilahan sampah rumah tangga, edukasi lingkungan, dan integrasi program Memilah Sampah Menabung Emas. Kegiatan ini dilakukan melalui kolaborasi antara PT Pegadaian CP Lemabang dan komunitas lokal.

Mewakili PT Pegadaian, Tri Herawati berharap pelatihan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga Proklim Sungai Jawi, dalam mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonominya.

“Semoga pelatihan ini bermanfaat untuk warga sekitar Proklim Sungai Jawi. Semoga dengan adanya pelatihan pengolahan sampah ini membuat sampah-sampah limbah berkurang dan menjadi bahan yang bernilai jual tinggi,” ujarnya, Sabtu (18/72026).

Sementara itu, Ketua Sedulur Proklim Kota Palembang, Endi, mengatakan pelatihan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat agar mampu mengelola sampah sejak dari rumah tangga.

Menurutnya, masih banyak ditemukan tumpukan sampah liar karena minimnya pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang benar.

“Saya berharap masyarakat bisa teredukasi dengan pelatihan ini karena membahas tentang pengolahan sampah. Kenapa masih banyak tumpukan sampah liar? Karena masyarakat rupanya belum teredukasi dan belum memiliki ilmu bagaimana cara mengolah sampah dengan baik dari sumbernya, yaitu rumah tangga,” katanya.

Endi berharap para peserta yang mengikuti pelatihan tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di rumah masing-masing, tetapi juga dapat menyebarkannya kepada warga di lingkungan sekitar.

“Harapan saya ke depannya, setiap peserta yang hadir bisa menularkan ilmu ini kepada tetangganya. Dengan begitu masyarakat dapat mengolah sampah di rumah masing-masing sehingga tidak lagi membuang sampah sembarangan di pinggir jalan, sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” tambahnya.

Salah seorang peserta pelatihan, Jainudin, mengaku memperoleh banyak motivasi dan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan sampah rumah tangga.

Ia mengatakan sejak awal mengikuti kegiatan tersebut memang ingin belajar bagaimana mengolah sampah agar lebih bermanfaat bagi lingkungan maupun perekonomian keluarga.

“Jelas memberikan motivasi. Saya datang ke sini memang tujuannya untuk lebih memahami dan belajar memanfaatkan sampah. Sampah-sampah rumah tangga bisa kita manfaatkan untuk menjaga lingkungan,” ujarnya.

Menurut Jainudin, sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau pupuk, sedangkan sampah nonorganik seperti plastik dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk kerajinan maupun pot bunga yang memiliki nilai jual.

“Kalau kita rajin mengelolanya, sampah plastik juga bisa dijadikan pot bunga dan berbagai kerajinan. Selain lingkungan menjadi lebih bersih, ini juga bisa menambah ekonomi keluarga,” katanya.

Melalui pelatihan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah semakin meningkat, sehingga budaya membuang sampah sembarangan dapat berkurang dan tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, serta produktif melalui pemanfaatan sampah yang bernilai ekonomi. (KKN Stisipol Kelompok 5)